Kapolri Sematkan Bintang Jasa kepada 4 Petinggi TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polisi RI Badrodin Haiti berikan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamanan Jenderal Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 16 Mei 2016. TEMPO/ARIEF HIDAYAT

    Kepala Polisi RI Badrodin Haiti berikan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamanan Jenderal Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 16 Mei 2016. TEMPO/ARIEF HIDAYAT

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah memberikan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada empat tinggi Tentara Nasional Indonesia. Penghargaan ini diberikan Presiden Joko Widodo, tapi penyerahannya diwakili Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti.

    Keempat petinggi militer itu adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna. Keempatnya dinilai berjasa lantaran TNI telah banyak membantu tugas Polri. "Beberapa tugas Polri di Aceh maupun Poso, kan, dibantu TNI. Saya rasa, kerja sama ini sangat baik," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 16 Mei 2016.

    Baca: Operasi Tinombala Akan Diperpanjang

    Menurut Badrodin, Bintang Bhayangkara Utama tak dikhususkan untuk TNI. "Bisa juga diberikan kepada masyarakat sipil yang berjasa dalam pengamanan dan pengembangan atau memajukan kepolisian," ujarnya. 

    Acara penganugerahan semula dijadwalkan pada pukul 08.00 WIB. Namun acara itu tertunda satu jam tanpa alasan yang jelas sehingga baru dimulai pukul 09.00 WIB. 

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.