Munaslub Golkar, Setya Novanto Temui Luhut di Hotel?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai  menghadiri pemberkatan pernikahan puteri Ketua DPR RI Setya Novanto, Dwina Michaella dengan Jason F Harjono di Gereja Katedral,Jakarta, Jumat, 27 November 2015. . TEMPO/Subekti

    Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai menghadiri pemberkatan pernikahan puteri Ketua DPR RI Setya Novanto, Dwina Michaella dengan Jason F Harjono di Gereja Katedral,Jakarta, Jumat, 27 November 2015. . TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Luhut Binsar Panjaitan memantau pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar. "Sambil liburan, besok izin satu hari," kata Luhut di The Mulia Hotel, Bali, Ahad, 15 Mei 2016.

    Luhut tidak membantah bertemu dengan beberapa calon Ketua Umum Golkar. Di antaranya Setya Novanto dan Priyo Budi Santoso di hotel tempat Luhut menginap.

    Berdasarkan pantauan Tempo, pukul 15.00 waktu Bali, Luhut keluar dari Restoran Tabble 8 di The Hotel Melia bersama Novanto. Seusai makan Dimsum, Luhut dan Novanto pun berpisah. Luhut berbicara berdua dengan Nusron Wahid, pendukung Novanto, di bangku di pelataran hotel.

    Seusai berbincang dengan Nusron, Luhut kembali berbincang dengan Priyo Budi Santoso. "Ya enggak apa-apa, saya anggota Golkar," katanya.

    Luhut mengklaim, pidato Presiden Joko Widodo Sabtu malam lalu memberikan pesan politik, yakni Ketua Umum Golkar tidak boleh merangkap jabatan.

    Selanjutnya, kata Luhut, siapa yang didorong Golkar untuk maju, terutama oleh Ketua Umum Partai Beringin Aburizal Bakrie, ia mendukung. "Saya dengan Aburizal nyaman," katanya. Aburizal sendiri mendukung Novanto.

    Novanto tidak mau berkomentar ihwal pertemuan itu. Namun, kata mantan Ketua DPR ini, dia siap jika memimpin Partai Golkar.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.