Hemat 10 Persen Energi Sama dengan Pembangunan 3,5 GW PLTU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said bersama Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto saat membuka jalan sehat sebagai kampanye hemat energi Gerakan Potong 10 Persen, di Gedung Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 15 Mei 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri ESDM Sudirman Said bersama Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto saat membuka jalan sehat sebagai kampanye hemat energi Gerakan Potong 10 Persen, di Gedung Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 15 Mei 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengimbau agar masyarakat bisa menghemat penggunaan energi hingga 10 persen. Gerakan penghematan ini merupakan bentuk konservasi energi yang juga mulai banyak dilakukan di seluruh dunia.

    Karena itu, Kementerian ESDM hari ini, Minggu, 15 Mei 2016, menggelar jalan sehat sembari mempromosikan gerakan potong 10 persen di kawasan Car Free Day di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

    "Untuk itu, kampanye gerakan ini akan terus digaungkan, antara lain, melalui kegiatan pemberian label efisiensi energi, membentuk manajer dan auditor energi, penggunaan lampu hemat energi, mengoptimalkan peran perusahaan jasa energi, menggerakkan Penggerak Energi Tanah Air (PETA) ke seluruh wilayah Tanah Air, dan mendorong efisiensi energi ke dalam kurikulum pendidikan dasar," kata Sudirman di gedung Kementerian ESDM.

    Ia menyebutkan bahwa menghemat 10 persen sama saja dengan penghematan pembangunan 3,5 GW pembangkit listrik tenaga udara (PLTU). Berdasarkan data statistik PLN 2014, total energi yang terjual sekitar 200 TWh. Sebanyak 93 persen (187.175 Gwh) dari energi tersebut berasal dari sektor rumah tangga, industri, dan bisnis.

    Penghematan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan paradigma pengelolaan energi global saat ini yang menempatkan penghematan energi sebagai sumber energi pertama. Diikuti kemudian oleh energi sumber terbarukan, minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.

    "Konservasi energi lebih mudah dilakukan dibandingkan memproduksi energi. Dengan menghemat 1 kWh lebih mudah dibandingkan memproduksi 1kWh," ujar Sudirman.

    Ia juga mengatakan pemerintah telah mendorong penerapan konservasi dan efisiensi energi pada sektor industri, bangunan, dan fasilitas publik, yaitu melalui penerbitan Peraturan Menteri ESDM tentang Energi Service Company (ESCO). "(ESCO) itu sebuah kemitraan antara pemerintah dan perusahaan penggerak sektor industri serta komersial untuk merealisasikan secara nyata aksi-aksi konservasi energi,” tutur Sudirman.

    Kampanye gerakan potong 10 persen ini juga akan dilakukan serentak di 20 kota besar, yakni Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Cilegon, Bandung, DIY, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Balikpapan.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.