Komite Etik Golkar Pecat Panitia yang Rangkap Tim Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho-baliho para calon ketua umum Partai Golkar memenuhi jalan-jalan menuju tempat penyelenggaraan Munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center, 13 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    Baliho-baliho para calon ketua umum Partai Golkar memenuhi jalan-jalan menuju tempat penyelenggaraan Munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center, 13 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.COJakarta - Ketua Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan pihaknya telah mengklarifikasi ratusan laporan yang masuk terkait dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan para calon ketua umum. Komite ini telah memanggil dan memeriksa perwakilan dari tiap-tiap tim sukses para calon.

    "Banyak laporan yang saling menjatuhkan satu sama lain," kata Fadel saat ditemui selepas acara pembukaan Munaslub Golkar, Sabtu, 14 Mei 2016. Sebab, anggota tim etik bekerja dari pagi hingga sore untuk memeriksa satu per satu laporan yang ada.

    Dari hasil pemeriksaan, Fadel menyebutkan tidak ada transaksi uang yang dilakukan secara langsung, seperti yang selama ini ramai dituduhkan tim sukses. Setya Novanto dan Ade Komarudin menjadi dua calon yang paling sering diduga mengumpulkan anggota-anggota DPD I dan DPD II.

    Hasil pemeriksaan juga memutuskan ada anggota panitia pengarah maupun pelaksana yang dipecat. Alasannya, mereka merangkap sebagai tim sukses calon ketua umum.

    Sebab, tim komite etik meminta, dalam dua hari terakhir penyelenggaraan Munaslub, para calon ketua umum menjaga sikap agar tidak didiskualifikasi.

    Pertama, para calon dilarang bertemu dengan para pemegang hak pilih. Kedua, dilarang berinteraksi apa pun dengan peserta dan melakukan hal-hal yang menyebabkan diskualifikasi. "Kami pasang satgas, intel di mana-mana," ujar Fadel.

    AHMAD FAIZ 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.