Munaslub Golkar, Setya Novanto Koalisi dengan Syahrul Limpo?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Caketum Partai Golkar Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso saat mengikuti acara pengambilan nomor urut pemilihan Caketum Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (kiri-kanan) Caketum Partai Golkar Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso saat mengikuti acara pengambilan nomor urut pemilihan Caketum Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pemilihan ketua umum Partai Golkar, tim sukses dari para calon kembali bergerak mencari dukungan. Kubu Setya Novanto, menyatakan akan menjalin komunikasi dengan kubu Syahrul Yasin Limpo. "Nanti akan ketemu," kata Roem Kono seusai acara pembukaan musyawarah nasional luar biasa di Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu, 14 Mei 2016.

    Novanto dikabarkan sempat melakukan pertemuan dengan Syahrul pekan lalu di kediaman Novanto. Namun, Roem membantah hal itu. "Belum, belum," ujarnya.

    Syahrul sendiri disebut pula menjalin koalisi dengan tiga calon lain, yaitu Airlangga Hartarto, Mahyudin, dan Aziz Syamsuddin. Keempat calon ini sepakat untuk saling mendukung bila ada yang lolos putaran pertama.

    Menurut sekretaris tim sukses Syahrul Yasin Limpo, La Kama Wiyaka, keempat calon ketua umum tersebut sempat bertemu Maret lalu. Pertemuan itu menyepakati empat hal salah satunya mengakomodasi calon lain. "Kalau ada salah satu yang terpilih di antara mereka," kata Wiyaka saat menemui komite etik munaslub.

    Meski begitu, Wiyaka membantah kesepakatan itu sebagai koalisi. Situasi saat ini, menurut dia, masih cair dan masih bisa berubah sewaktu-waktu. "Pertemuan itu jauh sebelum munaslub, sebelum jelas kapan diselenggarakan," tuturnya.

    Keempat calon tersebut juga menyepakati untuk menjadikan musyawarah nasional ini sebagai rekonsiliasi. Kemudian, sepakat tidak akan membuat partai baru dan setuju untuk terus bermitra dengan pemerintah.

    Wiyaka menambahkan, Syahrul juga menjalin komunikasi dengan calon lainnya, kecuali dengan Priyo Budi Santoso. Pertemuan-pertemuan itu terjadi di daerah asal Syahrul, Makassar.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.