Pernah Disandera Abu Sayyaf, Dede Tak Kapok Melaut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat menyerahkan empat korban penyanderaan Abu Sayyaf  ke pihak keluarganya masing-masing, di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 13 Mei 2016. ABK bernama M Ariyanto Misnan, Lorens Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir disandera sejak 15 April lalu. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat menyerahkan empat korban penyanderaan Abu Sayyaf ke pihak keluarganya masing-masing, di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 13 Mei 2016. ABK bernama M Ariyanto Misnan, Lorens Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir disandera sejak 15 April lalu. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Pangandaran - Dede Irfan Hilmi (27 tahun) tiba di kampung halaman di Kampung Cisempu, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Sabtu malam 14 Mei 2015, pukul 19.15 WIB. Dede merupakan satu dari empat warga negara Indonesia yang disandera dan kini telah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf.

    Sebelum menuju kediamannya, Dede singgah lebih dulu di Bale Desa Ciparanti. Dia disambut oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, unsur muspida dan warga Cisempu.

    Ditemui usai penyambutan, Dede mengaku tidak kapok melaut. Kata dia, setiap pekerjaan ada risikonya. "Tetap mau berlayar," kata dia.

    Meski tidak kapok, Dede berharap pengamanan selama berlayar ditingkatkan, khususnya di daerah rawan gangguan. Ke depan, kata dia, harus ada penjaga yang menjaga perbatasan.

    "Selama berlayar juga harus ada yang memonitor agar tidak terjadi yang seperti ini lagi (penyanderaan)," katanya.

    Hal senada disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Dia memohon pengamanan selama pelayaran ditingkatkan. "Itu penting diperhatikan," katanya.

    Jeje mengakui ada sejumlah warga Pangandaran yang bekerja di bidang pelayaran, di antaranya di kapal niaga dan perikanan. Ke depan, dia akan menugaskan instansi terkait untuk melaporkan warganya yang bekerja sebagai pelaut. Tujuannya, agar mudah terdeteksi jika ada kejadian seperti ini. "Saya harap dengan kejadian ini tiap desa memberi laporan siapa saja yang bekerja di bidang pelayaran," katanya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga