Munaslub Golkar, Empat Calon Sepakat Saling Limpahkan Dukungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Caketum Partai Golkar Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso saat mengikuti acara pengambilan nomor urut pemilihan Caketum Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (kiri-kanan) Caketum Partai Golkar Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso saat mengikuti acara pengambilan nomor urut pemilihan Caketum Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bali - Empat nama calon Ketua Umum Partai Golkar menyatakan kesiapannya menggabungkan dukungannya dalam bursa calon Ketua Umum Partai Golkar. Mereka adalah Airlangga Hartarto, Mahyudin, Syahrul Yasin Limpo, dan Aziz Syamsuddin.

    Para calon siap melimpahkan dukungannya kepada calon lain agar memenuhi persyaratan masuk ke putaran kedua penjaringan calon ketua umum. "Syarat masuk putaran itu harus memiliki 30 persen suara," kata Airlangga di Hotel Ayodya, Bali, Sabtu, 14 Mei 2016.

    Partai Golkar tengah menggelar Munas Luar Biasa di Bali. Munas akan dibuka pada pukul 20.00 Wita oleh Presiden Joko Widodo. Delapan nama bakal calon Ketua Umum Partai Golkar telah muncul sebelumnya. Mereka adalah Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Aziz Syamsuddin, Priyo Budi Santoso, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo.

    Apabila terdapat syarat dukungan minimal 30 persen suara, secara teoretis hanya tiga calon yang akan maju ke putaran kedua. Menurut Airlangga, pengerucutan delapan calon Ketua Golkar itu akan berlangsung Ahad nanti. Namun para calon sudah melakukan lobi untuk perimbangan kesamaan visi.

    Sekretaris tim sukses Syahrul Yasin Limpo, La Kama Wiyaka, mengklaim para calon sudah bersepakat dalam pertemuan Maret lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. "Tapi bukan koalisi. Situasi bisa berubah," kata dia. Kecuali dengan Priyo Budi Santoso, Syahrul Yasin Limpo telah melakukan komunikasi politik dengan kandidat lain.

    Setya Novanto sebelumnya telah menawarkan penentuan calon ketua umum ditentukan secara aklamasi, namun Arilangga menolak. (Baca: Airlangga Tolak Cara Novanto agar Menang Aklamasi)

    HUSSEIN ABRI YUSUF | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.