Ketua KPK Curhat ke Almamater: Dilarang Sekamar dengan Istri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengajak Pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang membunyikan kentongan dalam aksi damai di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2016. Pemukulan kentongan tersebut sebagai penanda adanya upaha pelemahan kerja KPK dalam revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang akan digodok oleh DPR RI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengajak Pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang membunyikan kentongan dalam aksi damai di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2016. Pemukulan kentongan tersebut sebagai penanda adanya upaha pelemahan kerja KPK dalam revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang akan digodok oleh DPR RI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Magetan - Suasana aula Sekolah Menengah Negeri 1 Magetan, Jawa Timur riuh, Jumat pagi, 13 Mei 2016. Ratusan siswa yang mengenakan jas almamater berwarna merah duduk berjajar di kursi plastik menghadap ke utara. Lima pejabat dan pengusaha duduk berhadapan dengan para pelajar.

    Dua di antaranya adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Ismono Wijayanto. Pejabat tersebut menjadi narasumber acara bertajuk ‘Kelas Inspirasi, Reuni Akbar 2016 Alumni SMAN 1 Magetan 1966 – 1990’.

    Agus Rahardjo mengatakan, kelas inspirasi bertujuan memberikan motivasi siswa untuk lebih beprestasi. Sehingga nantinya bisa menjadi pejabat negara seperti beberapa alumni yang datang dalam kegiatan tersebut. "Supaya bisa menyalip kakak-kakaknya. Kalau sekarang sudah ada yang berpangkat bintang tiga nanti ada yang berbintang empat," kata Agus. Pejabat berbintang tiga yang dimaksud adalah Marsekal Madya Ismono Wijayanto.

    Dalam kesempatan itu Agus juga bercerita tentang tugasnya di KPK. Menurut dia, aturan main bagi staf maupun pimpinan di lembaga antirasuah itu sangat ketat. Fasilitas yang diberikan negara, ia mencontohkan, hanya diperuntukkan bagi dirinya sebagai ketua. "Misalnya saya ke Korea, istri tidak boleh ikut. Kalaupun ikut harus nyewa hotel sendiri dan tidak tidur dengan saya," kata dia disambut tawa para siswa.

    Untuk fasilitas mobil dinas, ia melanjutkan harus berada di kantor dan tidak boleh dibawa pulang. Setiap hari Agus harus mengemudikan mobil pribadinya dari rumah menuju ke kantor. Apabila ada kegiatan di luar kantor, mobil dinas baru digunakan dengan layanan sopir pribadi.

    Selain bercerita tentang ketatnya aturan di internal KPK, Agus juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Nugroho Adi Pratama yang menayakan tentang cara agar pejabat terbebas dari korupsi. Ia berharap agar nantinya siswa SMAN 1 Magetan bisa menjadi pejabat negara seperti beberapa seniornya.

    Agus lantas mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi perlu dilakukan seluruh elemen masyarakat. Tentunya, hal itu harus disertai dengan kesadaran masing-masing individu. "Anda semua harus terlibat karena tiap hari masih terjadi seperti itu," kata alumnus SMAN 1 Magetan tahun 1972 ini.

    Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ini lantas membeber sejumlah pejabat yang terlibat korupsi. Hingga kini, menurut dia, sudah ada 19 menteri, lebih dari 200 bupati/wali kota dan lebih dari 250 anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang dihukum karena tersandung kasus pidana tersebut.

    Usai memberikan materi di hadapan para siswa, Agus Rahardjo menyempatkan diri untuk melayani foto bersama sejumlah alumni SMAN 1 Magetan. Selain mengunjungi sekolah lamanya, Agus dijadwalkan hadir dalam reuni akbar 2016 alumni SMAN 1 Magetan 1966 – 1990. Kegiatan itu digelar di Gelanggang Olah Raga Ki Magetan, Sabtu pagi, 14 Mei 2016.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Baca juga:
    Prabowo Sumbang Tenda untuk Luar Batang karena...
    Komunis Bangkit Lagi? Wapres JK: Itu Hanya Isu
    8 Alasan Wanita Menolak Berhubungan Seks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.