Komunis Bangkit Lagi? Wapres JK: Itu Hanya Isu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak yakin bahwa saat ini paham komunis berkembang kembali di Indonesia. JK—sapaan Jusuf Kalla—menganggap paham komunis sudah terbukti gagal.

    "Saya tidak yakin paham itu ada. Itu mungkin mereka membuat isu saja atau untuk menarik perhatian," katanya di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016.

    JK mengatakan, gejala kebangkitan Partai Komunis Indonesia belakangan ini hanya dikaitkan dengan temuan sejumlah simbol palu-arit dan atribut yang diasosiasikan dengan paham komunis.

    Tiga hari terakhir, Polri dan TNI gencar merazia atribut, kaos, dan buku-buku berbau komunis. Misalnya, polisi menangkap pedagang kaos di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, karena menjual kaos grup musik Kreator yang menampilkan gambar palu-arit. Gambar palu-arit tersebut terpampang di sampul album grup musik asal Jerman itu. Di Ternate, Maluku Utara, TNI menangkap empat aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) karena menyimpan kaus dan buku yang ditengarai berbau komunis.

    Menurut JK, komunisme adalah paham yang terbukti gagal. Bahkan, kata dia, justru paham komunis sudah tidak ada lagi di negara-negara besar yang pernah menerapkan paham tersebut, seperti Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Sedangkan penerapan paham komunis di Cina berubah dengan memasukkan sistem demokrasi pada tingkat tertentu.

    Melihat kondisi paham komunis yang sudah ambruk, JK ragu paham komunis dapat bangkit lagi di Indonesia. "Saya tidak percaya kondisi hari ini akan ada paham komunis tumbuh di negara apa pun di dunia," katanya. Ia menambahkan, satu-satunya negara komunis yang masih tersisa sekarang ini adalah Korea Utara.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.