Daftar Terpidana Eksekusi Mati Muncul, Jampidum: Belum Benar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Adi Toegarisman (kiri) bersama Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Arminsyah (kedua kiri), Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Widyo Pramono (tengah), Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum Noor Rochmat (kedua kanan) dan Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara Bambang Setyo Wahyudi (kanan) berjabat tangan seusai upacara pelantikan di Gedung Utama Kejakasaan Agung, Jakarta, 30 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Adi Toegarisman (kiri) bersama Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Arminsyah (kedua kiri), Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Widyo Pramono (tengah), Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum Noor Rochmat (kedua kanan) dan Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara Bambang Setyo Wahyudi (kanan) berjabat tangan seusai upacara pelantikan di Gedung Utama Kejakasaan Agung, Jakarta, 30 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rochmat membantah adanya daftar nama terpidana mati yang akan dieksekusi tahun ini. "Belum benar," ujarnya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016.

    Hari ini beredar daftar 16 nama terpidana mati kasus narkoba yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Sebanyak 16 nama itu disebutkan akan menjalani eksekusi mati pada 2016. Dari 16 nama itu, tercantum nama Freddy Budiman dan 10 warga negara asing.

    "Kami belum menentukan siapa-siapa yang akan dieksekusi dan belum menentukan kapan eksekusi dilakukan. Freedy itu masih PK," tuturnya.

    Noor Rochmat menuturkan Kejaksaan masih mempertimbangkan banyak hal terkait dengan penetapan eksekusi ini, meski ada beberapa pihak yang mengklaim bersiap sebagai eksekutor. "Bagaimanapun, kami yang memberi data, kami yang akan mengeksekusi. Meskipun ada bantuan mereka (regu tembak), tetap kami yang menentukan waktunya," ujarnya.

    Noor juga menjelaskan, dalam menentukan siapa saja yang akan dieksekusi, perlu ada seleksi secara yuridis dan kesiapan. Kendati demikian, ia memberi sinyal bahwa eksekusi mati akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

    Beberapa waktu lalu, Jaksa Agung H.M. Prasetyo pernah menyatakan eksekusi mati terpidana narkoba gelombang III akan segera dilakukan. Selain itu, Prasetyo sempat menyatakan Nusakambangan menjadi tempat ideal untuk melaksanakan eksekusi mati, meski ia juga belum menegaskan kapan waktu pelaksanaannya.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.