Kodim Brebes Sampai Kumpulkan Para Guru, Mengapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Banser membakar bendera Partai Komunis Indonesia di komplek kantor Gubernur Jawa Tengah, 30 September 2015. Anggota Banser menolak pihak yang meminta Presiden Joko Widodo untuk meminta maaf kepada korban peristiwa 30 September 1965. TEMPO/Budi Purwanto

    Anggota Banser membakar bendera Partai Komunis Indonesia di komplek kantor Gubernur Jawa Tengah, 30 September 2015. Anggota Banser menolak pihak yang meminta Presiden Joko Widodo untuk meminta maaf kepada korban peristiwa 30 September 1965. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COBrebes - Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes mendadak mengumpulkan guru dan kepala sekolah di Aula Markas Kodim Brebes, Jumat, 13 Mei 2016. Pertemuan itu dilakukan untuk mencegah masuknya paham komunisme ke sekolah-sekolah.

    Ada sekitar 50 guru dan kepala sekolah yang hadir dalam pertemuan itu. Mereka mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan dan penjelasan seputar ideologi Pancasila. Materi diisi langsung oleh Komandan Kodim Letnan Kolonel Infanteri Efdal Nazra. “Generasi penerus bangsa harus diselamatkan agar tidak terpengaruh paham komunisme,” katanya.

    Menurut dia, guru merupakan ujung tombak pembinaan terhadap anak-anak. Mereka akan menyampaikan kepada anak didik mereka tentang bahaya paham komunisme dan pentingnya ideologi Pancasila. “Pancasila ini sudah final. Jangan sampai ada ideologi lain yang masuk dan memecah belah bangsa Indonesia,” ujarnya.

    Berdasarkan pantauan yang dilakukan intelijen TNI, kata dia, di Brebes, gerakan-gerakan pendukung komunisme sudah ada di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Larangan, misalnya, ada sekelompok orang yang melakukan gerakan mendukung rekonsiliasi peristiwa 1965. “Kami selalu pantau mereka. Sementara masih bisa terkendali,” tuturnya. Dia tidak menyebut jumlah orang tersebut dan siapa tokoh di baliknya.

    Pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk melakukan pembinaan terhadap gerakan mereka. “Kita berupaya membina mereka, sehingga penyampaian pendapat mereka sesuai dengan jalur yang ada, tidak ada pelanggaran hukum.”

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.