Tiga Gajah Kebun Binatang Bandung 'Dipenjara'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gajah Sumatera. AP/Tatan Syuflana

    Ilustrasi gajah Sumatera. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Bandung - Tiga gajah yang masih tersisa di Kebun Binatang Bandung diambil sampel darahnya untuk diteliti di laboratorium. Diduga, tiga gajah Sumatera itu tertular virus atau penyakit yang menyebabkan gajah Yani mati pada Rabu, 11 Mei 2016.

    "Hasilnya belum keluar," kata Kepala Balai Pengujian Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Srimuji Artiningsih, Jumat, 13 Mei 2016.

    Dokter hewan Taman Safari Indonesia, Yohana Tri Hastuti, yang juga menekropsi bangkai gajah Yani, kemarin mengatakan tiga gajah itu juga diisolasi. Mereka tidak diperkenankan keluar kandang. Dikhawatirkan virus atau penyakit yang diduga ada di dalam tubuh ketiga gajah menyebar ke satwa lain. "Yang sekarang di-border, khawatir menular ke yang lain.”

    Lantaran kecurigaan itu, kemungkinan besar rencana Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat menyita dan memindahkan satwa-satwa Kebun Binatang Bandung ke Taman Safari Indonesia batal. Sebelumnya, BBKSDA Jawa Barat memberikan tenggat waktu 30 hari kepada Yayasan Margasatwa Tamansari, Bandung, selaku pengelola Kebun Binatang Bandung memenuhi syarat kelayakan kebun binatang sesuai dengan Pasal 30 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 31 Tahun 2012. Jika permintaan BBKSDA masih tidak digubris, satwa-satwa koleksi Kebun Binatang Bandung bakal disita BBKSDA.

    Namun, karena alasan itu, ultimatum itu lantas dianulir. "Masih harus dalam kawasan, tidak boleh dipindahkan, takutnya sudah sakit juga," ujar Yohana.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.