4 Sandera WNI Bebas, Kesehatannya Akan Diperiksa di RSPAD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua memperlihatkan foto putranya Mochammad Ariyanto Misnan (22), WNI ABK kapal TB Henry yang menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di kediamannya di kawasan Perumahan Narogong, Bekasi, 20 April 2016.  ANTARA/Risky Andrianto

    Orang tua memperlihatkan foto putranya Mochammad Ariyanto Misnan (22), WNI ABK kapal TB Henry yang menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di kediamannya di kawasan Perumahan Narogong, Bekasi, 20 April 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan empat warga negara Indonesia yang bebas dari penyanderaan kelompok militan Filipina akan tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 10.15 WIB. Ia berujar, keempatnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.  

    "Setelah tiba, mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," ucap Nasir kepada Tempo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016.  

    Nasir menjelaskan, sesuai dengan prosedur internasional, keempatnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu seusai tiba di Jakarta. Ia menilai langkah itu dilakukan untuk mengurangi tekanan selama penyanderaan. Pemeriksaan kesehatan rencananya dilakukan untuk mengecek kondisi fisik dan psikologis mereka.  

    Nasir menuturkan, setelah itu, keempatnya, yakni Moch. Ariyanto, Loren Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir, akan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Jika memungkinkan, sore ini mereka akan diserahkan kepada keluarganya. Namun penyerahan itu menunggu keputusan rumah sakit terkait dengan kondisi mereka.  

    Presiden Joko Widodo kemarin mengumumkan pembebasan empat anak buah kapal yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Pembebasan itu berhasil dilakukan karena kerja sama pemerintah Indonesia dengan Filipina. Keempatnya merupakan ABK TB Henry yang disandera saat kapal itu diserang kelompok perompak.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.