Buku Digital Fisika Dasar Terbaru Siap Diunggah, Gratis!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa. shutterstock.com

    Ilustrasi mahasiswa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah buku digital Fisika Dasar terbaru untuk mahasiswa tingkat pertama bisa diakses gratis di Internet. Penulisnya, Mikrajuddin Abdullah, menggarap buku itu selama 12 tahun sejak 2004. "Pembuatannya tidak pakai waktu khusus dan target. Sabar saja kuncinya," kata Profesor Fisika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung itu kepada Tempo, Kamis, 12 Mei 2016.

    Isi materi buku sesuai dengan materi kuliah di kampus. Kebaruannya terletak pada contoh nyata dengan data asli bersuasana Indonesia. Misalnya soal fisika terkait dengan pesawat terbang dan bandar udara. Ilustrasinya nyata, seperti Bandara Husein Sastranegara, Bandung. "Saya cari data sebenarnya, seperti panjang landasan. Jadi tidak banyak yang berandai-andai atau berimajinasi," ujar Mikrajudin.

    Selain itu, pengumpulan data sekaligus foto untuk materi buku berasal dari catatan kegiatan keseharian dan risetnya. Penulisan materi dilakukan sesempatnya sambil memasukkan benda atau teknologi kekinian sebagai pembahasan ilmu fisika. "Intinya agar muncul keindahan Fisika dari materi yang dipelajari," ucapnya. Selama ini, menurut Mikrajuddin, buku Fisika menakutkan orang karena banyak memakai rumus.

    Terlebih, orang berkutat dengan rumus Fisika, tapi tak paham untuk apa fungsinya. Mikrajuddin menulis sekitar 2.000 halaman buku Fisika Dasar, yang terbagi atas dua bagian. Jilid kedua masih disiapkan dengan target selesai akhir 2016. Ide dan penulisan buku yang dilakukan sendiri secara non-komersial itu dibantu penata letak dan pengurus izin foto.

    Dia berharap, buku digital cuma-cuma ini bisa menjadi rujukan baru untuk menggantikan buku-buku standar karya penulis luar negeri yang hampir 30 tahun dipakai oleh kampus.

    ANWAR SISWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.