Hendak Ditahan, Tersangka Korupsi Kena Serangan Jantung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jantung

    jantung

    TEMPO.COKupang - Tersangka kasus dugaan korupsi jual-beli aset yang merugikan negara Rp 7,9 miliar, Paul Watang, pingsan saat hendak ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur, Rabu malam, 11 Mei 2016.

    Tersangka dijemput paksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT di Surabaya, Jawa Timur. Dia lalu diterbangkan ke Kupang, NTT, malam tadi. Tiba di Kupang, tersangka langsung digiring ke Kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah Paul Watang dinyatakan sehat, penyidik berencana menahannya. Namun tersangka menolak ditahan karena masih menderita sakit.

    Saat hendak ditahan, tersangka yang masih berada di tempat tidur seusai pemeriksaan kesehatan melompat hingga jatuh dan terkena serangan jantung. Melihat keadaan itu, tim medis mengevakuasi tersangka ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani perawatan. "Tersangka sudah berstatus sebagai tahanan," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT Shierly Manutede.

    Dia mengaku, setelah tersangka dijemput dari Surabaya, langsung dilakukan pelimpahan tahap dua oleh penyidik ke jaksa penuntut umum. "Tersangka sempat melompat dari tempat tidur lalu berdiri, dan beberapa saat kemudian tersangka jatuh pingsan," ujarnya.

    Meski demikian, Paul Watang dinyatakan sehat sehingga tetap menjalani masa tahanan.

    Kuasa hukum Paul Watang, Fransisco Besie, menyayangkan tindakan yang dilakukan Kejaksaan karena kliennya masih dalam keadaan sakit. "Klien kami tetap akan menjalani proses hukum, tapi diberi keringanan karena masih sakit," tuturnya.

    Paul Watang merupakan satu dari dua tersangka kasus jual-beli aset negara PT Sagaret yang merugikan negara Rp 7,9 miliar. Hingga saat ini tersangka masih kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Kupang.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?