Karawang Lebarkan Jalan Antisipasi Arus Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan arus mudik terjebak macet di jalur Pantura di Simpang Jomin, Karawang, Jawa Barat, (1/08). Kemacetan ini mencapai 10 km. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kendaraan arus mudik terjebak macet di jalur Pantura di Simpang Jomin, Karawang, Jawa Barat, (1/08). Kemacetan ini mencapai 10 km. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Karawang - Untuk mengantisipasi kemacetan saat musim mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan penertiban pedagang kaki lima di sepanjang jalan Interchange Karawang Timur. Ini dilakukan karena para pedagang menggelar lapak semipermanen di bahu jalan.

    "Jalan ini akan diperlebar, karena musim mudik akan segera datang," ujar Akhmad Zamakhsyari, Wakil Bupati Karawang, saat ditemui di sela penertiban, Rabu, 11 Mei 2016.

    Jalan ini akan diperlebar 3,61 meter di sisi kiri dan kanan. Zimmy, sapaan Akhmad, berharap pelebaran selesai sebelum arus balik terjadi. Dia mengatakan Jalan Interchange Karawang Timur selalu menjadi jalan alternatif setiap arus balik mudik Lebaran. "Jika jalan tol Jakarta-Cikampek macet, kendaraan dialihkan ke tol Dawuan dan tol Karawang Timur."

    Berdasarkan pantauan Tempo, jalan sepanjang 2,5 kilometer itu terlihat kumuh. Lapak-lapak pedagang berderet sejak dekat gerbang jalan tol Karawang Timur sampai pertigaan Jalan Arteri Karawang-Cikampek. "Bahkan memakan bahu jalan sampai 3,5 meter," kata Tri Herkasno, Kepala Keamanan dan Ketertiban PT Jasa Marga wilayah jalan tol Jakarta-Cikampek, saat ditemui di tempat yang sama.

    Menurut Tri, lapak pedagang itu didominasi kios tambal ban, pul bongkar-muat pasir, dan warung makan. Bahkan, petugas Satpol PP juga terlihat menertibkan meja biliar dan lapo, yang menyediakan daging anjing. "Bergunung-gunung pasir bergunduk di sepanjang jalan. Bahkan sampai 4,5 meter ke bahu jalan. Hal itu bikin jalan makin sempit," katanya.

    Pemerintah daerah Karawang sudah melakukan upaya penertiban sejak 2013. Tri mengatakan PT Jasamarga sempat memasang pagar. "Namun para pedagang itu amat bandel. Besi-besi pagar itu sampai hilang," katanya.

    Dalam penertiban itu, 101 bangunan semipermanen dibongkar. Zamakhsyari mengatakan itu dilakukan supaya tertib dan tidak kumuh. "Nanti kios pedagang akan ditata. Kios-kios akan dibikin satu prototipe," katanya.

    Kios-kios itu akan dikelola koperasi Kepolisian Resor Karawang dan Kodim 0604 Karawang. "Supaya tertib dan permasalahan ini tidak berulang," katanya.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?