Zulkifli: PAN Serius Dorong Bupati Bojonegoro Tantang Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memberi pidato dalam Rapimnas II 2016 di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memberi pidato dalam Rapimnas II 2016 di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengatakan PAN serius mencalonkan Bupati Bojonegoro Suyoto menjadi penantang Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. “Kami telah berkomunikasi dengan pemimpin partai,” ujarnya setelah meresmikan jembatan di Bengawan Solo, Bojonegoro, Rabu, 12 Mei 2016.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengatakan nama Suyoto termasuk yang muncul dalam survei internal. Nama lain yang mengemuka adalah Yusril Ihza Mahendra, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani, pengusaha Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Basuki Tjahaya Purnama. (Baca: Bupati Bojonegoro Mulai Kampanye untuk Pilkada Jakarta)

    Zulkifli mengaku terus membangun komunikasi dengan partai lain guna membicarakan kemungkinan berkoalisi. Siapa pendamping Suyoto pun belum ketahuan, apabila hendak maju ke Jakarta. "Kami umumkan akhir Mei,” ucapnya.

    Zulkifli mengungkapkan alasan Suyoto layak menjadi kandidat Gubernur DKI. Menurut dia, Suyoto bisa menjadi model pemimpin yang Pancasilais. “Orang Jakarta butuh pemimpin seperti Suyoto,” ujarnya.

    Dia menambahkan, Kabupaten Bojonegoro punya sederet prestasi membanggakan, antara lain menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dan bukan hanya di Indonesia tapi juga di tingkat dunia, yaitu 19,34 persen. Sedangkan perbedaan antara kaya dan miskin hanya 0,24 persen. “Ini sungguh sesuatu yang membanggakan,” tutur dia.

    Dia melanjutkan, Suyoto memiliki program yang berpihak kepada rakyat. Misalnya, saat membuat Peraturan Bupati, Suyoto terlebih dulu berbicara dengan warga melalui forum-forum diskusi.

    (Baca: Masuk Bursa Calon Gubernur DKI, Ini Kata Suyoto)

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.