Risma Tak Ada di Uji Kelayakan Calon Penantang Ahok PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. Ikut menemani, Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat dan pengurus DPP PDIP. TEMPO/Widiarsi Agustina

    Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. Ikut menemani, Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat dan pengurus DPP PDIP. TEMPO/Widiarsi Agustina

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta hari ini mengadakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bakan calon gubernur DKI Jakarta dan bakal calon kepala daerah lainnya, misalnya, Singkawang, Papua, dan Bangka Belitung. Uji ini digelar di kantor pusat PDI Perjuangan di Jalan Jenderal Diponegoro, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2016.

    Beberapa tokoh hadir dalam uji kelayakan ini, antara lain, Yusril Ihza Mahendra, Hasnaeni, Farhat Abbas, Lulung, dan Sandiaga Uno. Sementara Tri Rismaharini yang ribut akan dicalonkan PDI P sebagai Gubernur DKI Jakarta tak hadir.Untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 terdaftar 35 bakal calon dan yang datang pada uji hari ini 26 orang.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih terus mempertimbangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk diusung dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017. Risma akan menghadapi inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memilih jalur independen.

    Menurut Hasto, pertimbangan untuk mengajukan Risma adalah saat pilkada Surabaya 2015 Risma meraih kemenangan suara di atas 82 persen. “Siapapun kepala daerahnya yang memperoleh suara di atas 82 persen masuk dalam pertimbangan kami,” kata Hasto di salah satu rumah makan di Surabaya, Ahad, 1 Mei 2016.

    Uji kelayakan ini, menurut Hasto , akan menjadi bahan pertimbangan pemilihan calon melalui mekanisme struktural partai. "Kami membuka diri terhadap mereka yang terpanggil sebagai calon kepala daerah. Disisi lain partai juga melakukan pemetaan politik untuk mendengarkan aspirasi rakyat," ujar dia."Apakah kemudian ada kombinasi dari proses yang dari bawah dan pemetaan politik tentu saja nanti akan ditentukan dari dinamika politik dari partai.”

    Uji kelayakan ini merupakan yang terakhir untuk pilkada serentak pada 2017. Hasto mengatakan uji ini melibatkan himpunan psikolog Indonesia.

    AKMAL IHSAN (MAGANG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.