Kualitas Lulusan SMA di Kalimantan Selatan Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa bersujud syukur dengan seragam sekolah yang telah di coret usai diumumkan hasil kelulusan di SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali, Jawa Tengah, 15 Mei 2015. ANTARA FOTO

    Sejumlah siswa bersujud syukur dengan seragam sekolah yang telah di coret usai diumumkan hasil kelulusan di SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali, Jawa Tengah, 15 Mei 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Ngadimun, menuturkan ada penurunan kualitas lulusan siswa SMA dan sederajat di Kalimantan Selatan. Ngadimun memprediksi, penurunan ini akibat siswa beranggapan nilai UN tidak lagi dijadikan syarat utama kelulusan.

    Selain itu, Ngadimun melihat sejumlah siswa salah memilih jurusan. Ia mencontohkan fenomena siswa jurusan IPS atau IPA yang malah mendapat nilai jeblok pada soal ujian sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Ngadimun akan melakukan evaluasi menyeluruh guna mengetahui penyebab utama rendahnya kualitas lulusan ini.

    “Kualitas lulusan SMA dan sederajat turun 5 persen se-Kalsel. Nilai UN kan bukan lagi syarat kelulusan, tapi pemetaan mutu pendidikan,” ujar Ngadimun di sela peninjauan ujian nasional SMP dan sederajat di SMPN 10 Kota Banjarmasin, Selasa, 10 Mei 2016.

    Adapun dari sisi kuantitas siswa yang tidak lulus juga ada penurunan. Pada UN tahun 2016, siswa SMA dan sederajat yang tidak lulus sebanyak 6 orang, turun ketimbang 2015 sebanyak 10 siswa.

    Mereka yang tak lulus adalah satu siswa di SMA Kristen Banjarmasin, satu siswa di SMAN 1 Tanjung, dan satu siswa di SMA PGRI Pelaihari. UN SMA dan sederajat di Kalimantan Selatan diikuti oleh 48.502 siswa. “Yang tidak lulus UN bisa (mengikuti) ujian susulan.”

    Ihwal UN SMP dan sederajat di Kalimantan Selatan, Ngadimun mengatakan, sebanyak sembilan sekolah mengerjakan soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK). UN SMP dan sederajat diikuti oleh 67.416 siswa. Pada hari pertama UN SMP, sempat terjadi kendala teknis pada jaringan komputer peserta UNBK, salah satunya di SMPN 6 Banjarmasin.

    “Hari kedua ini, saya pastikan berjalan lancar. Malah pada 2017 saya targetkan ada kenaikan jumlah sekolah peserta UNBK, minimal setiap kabupaten/kota lima sekolah SMP sederajat,” kata Ngadimun.

    Kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam di Kota Banjarmasin, Bahri, mengaku satu siswi absen dalam UN 2016. Pihaknya berulang kali menghubungi wali murid untuk mengingatkan ihwal pelaksanaan UN SMP, namun tak mendapat respons. “Siswa yang absen ujian ini membantu pamannya bekerja, bahkan sejak tiga bulan lalu tidak sekolah,” ujar Bahri.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.