KRI Untung Suropati Gagalkan Aksi Perompak di Tanjung Puting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armada TNI AL KRI Teluk Lampung bersandar di Dermaga TNI AL Mamburungan, Tarakan, Kalimantan Utara, 31 Maret 2016. Sebanyak 10 WNI awak kapal tongkang Anand disandera militan di wilayah Filipina. ANTARA/Fadlansyah

    Armada TNI AL KRI Teluk Lampung bersandar di Dermaga TNI AL Mamburungan, Tarakan, Kalimantan Utara, 31 Maret 2016. Sebanyak 10 WNI awak kapal tongkang Anand disandera militan di wilayah Filipina. ANTARA/Fadlansyah

    TEMPO.CO, Surabaya – Kapal Perang Republik Indonesia  Untung Suropati -372 TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya perompakan terhadap kapal MV Hai Soon 12 di perairan Laut Jawa, Senin, 9 Mei 2016 lalu. Sembilan orang perompak berkewarganegaraan Indonesia itu digiring untuk diperiksa di Markas Komando Armada Timur di Surabaya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, semula pembajak berada di perairan Bangka Belitung menggunakan perahu yang sedianya akan ditinggal setelah dapat menguasai MV Hai Soon 12. “Mereka mengaku diperintah oleh seorang berkewarganegaraan Singapura dengan iming-iming upah Rp 200 juta tiap orang,” ujar Panglima Armada Timur  Laksamana Muda Darwanto kepada wartawan, Selasa, 10 Mei 2016.

    Rencananya, ujar Darwanto, kawanan perompak akan memindahkan sebanyak 200.000 liter minyak muatan MV Hai Soon 12 ke kapal MT Marine Gas Oil. Setelah berhasil melompat ke kapal sasaran, mereka mendapat perintah untuk mengalihkan rute ke Timor Leste. Pada waktu yang bersamaan, KRI Untung Suropati yang dipimpin Mayor Laut (P) I Gede Dharma Yoga itu tengah berpatroli di sekitar Laut Jawa.

    Mereka mendapat informasi dari Markas Besar Angkatan Laut tentang adanya perompakan. “MV Hai Soon 12 yang berlayar dari Singapura menuju Australia tersebut, mengalami hilang komunikasi,” kata Darwanto.

    Akhirnya, kapal itu terdeteksi di wilayah Perairan Tanjung Puting, Kalimantan Selatan, melalui data Automatic Identification System (AIS). Namun, para perompak mengganti namanya menjadi KM AISO. KRI Untung Suropati lalu meluncur ke sasaran dari alur pelayaran barat Surabaya.

    Saat Untung Suropati mengintai sasaran, mereka juga mendapati MV Hai Soon 12 secara fisik telah diganti namanya menjadi AISO dengan cara dicat menyerupai warna badan kapal. Untung Suropati yang berjarak sekitar 500 yard di sisi lambung kiri target operasi memintanya berhenti. Namun, perompak tak mau menghentikan lajunya. “Mereka malah menambah kecepatan kapal. Kami kejar dan beri tembakan peringatan ke udara,” ujar dia.

    Para perompak baru menghentikan kapal dan bersembunyi setelah tentara memberi tembakan peringatan kedua dengan meriam 20 mm. Para pelaku lalu berkumpul di geladak.

    Keesokan harinya, 9 Mei 2016 pukul 09.00, tim Visit, Board, Search, and Seizure Team (VBSS) berhasil memasuki kapal. “Sekitar pukul 13.52, tim VBSS dapat memastikan 21 anak buah kapal MV Hai Soon dalam keadaaan aman. Sedangkan 9 orang perompak tak melakukan perlawanan.

    Sembilan orang perompak itu ialah Mustofa, Alimuddin, Ali, Andika, dan Yanto asal Buton; Anur asal Bugis; Moh Nurhadi asal Tanjung Uban; Niko asal Wakatobi; dan Agus asal Aceh. TNI AL sedang melakukan pemeriksaan awal. Apabila data-data telah mencukupi, pihaknya akan menyerahkan ke Kejaksaan. “Di setiap pangkalan, kami ada tim pemeriksaan awal pelaku yang tertangkap,” tuturnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa