Petisi Publik Minta Pemkot Bandung Perbaiki Kebun Binatang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan memperhatika beruang di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat (2/1). Pengunjung Kebun Binatang pada liburan akhir tahun ini tidak seramai tahun lalu. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah wisatawan memperhatika beruang di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat (2/1). Pengunjung Kebun Binatang pada liburan akhir tahun ini tidak seramai tahun lalu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -- Kondisi kebun Binatang Bandung yang buruk menjadi sorotan masyarakat. Melalui petisi online di situs change.org, masyarakat yang mengatasnamakan Forum Savebandungzoo mendesak Pemerintah Kota Bandung dan Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola untuk memperbaiki kondisi Kebun Binatang Bandung.

    Hingga Selasa, 10 Mei 2016, petisi itu sudah ditandatangani oleh 1.549 pendukung. Berikut adalah isi petisi online yang bertajuk "Selamatkan Kebun Binatang Bandung!"

    Warga Bandung dan Masyarakat Indonesia,

    Salam!

    Kebun binatang seharusnya mampu menjadi sarana rekreasi dan pendidikan, serta menjadi wadah yang kondusif dalam riset, penelitian, dan konservasi alam, khususnya hewan. Namun, yang menjadi masalah adalah Kebun Binatang Bandung tidak dapat memenuhi fungsi tersebut. Kebun Binatang Bandung tidak mampu menyediakan sarana dan prasarana yang baik bagi hewan maupun bagi pengunjung. Beberapa binatang terlihat tidak terurus dan kurus, kandang-kandang kotor, berkarat, dan bolong atapnya, sampah berserakan, tidak ada sarana bagi kaum difabel, tidak ada larangan memberi makan pada hewan, sampai pada kurangnya fasilitas belajar bagi pengunjung.

    Kebun Binatang Bandung harus segera diperbaiki sebagai bentuk pertanggungjawaban kita terhadap lingkungan hidup. Kita harus berani melakukan aksi nyata ketika banyak orang hanya berdiam. Perlu diingat, kondisi kelayakan Kebun Binatang Bandung bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat juga.

    Saatnya kita bersuara, saatnya kita melakukan perubahan terhadap Kebun Binatang Bandung agar menjadi tempat yang lebih layak.

    Melalui petisi ini, kita bersama-sama akan mendorong pemerintah kota dan pemilik Kebun Binatang Bandung untuk lebih memperhatikan kondisi Kebun Binatang Bandung agar segera diperbaiki. Mari bersama-sama membenahi Kebun Binatang Bandung menjadi lebih baik!

    Ditanya soal ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan petisi itu seharusnya disampaikan ke pengurus Yayasan Margasatwa Tamansari, yang merupakan pengelola Kebun Binatang Bandung. Ini karena Pemerintah Kota Bandung memiliki keterbatasan kewenangan untuk ikut campur dalam urusan manajemen.

    "Mestinya disampaikan ke pemiliknya," kata Ridwan Kamil saat ditemui di SMP Negeri 31 Bandung, Jalan Binong Jati, Kota Bandung, Selasa, 10 Mei 2016.

    Ridwan menambahkan, Pemerintah Kota Bandung sudah sering mengajak pengelola Kebun Binatang Bandung untuk sama-sama memperbaiki Kebun Binatang Bandung. Namun, menurut Ridwan, ajakan itu tidak pernah ditanggapi oleh pihak pengelola. "Dari awal tahun saya menjabat sudah saaya panggil pemiliknya. Saya sampaikan keluhan-keluhan masyarakat, tapi dari mereka, ya, gitu (tidak menanggapi)," kata dia.

    Selain itu, Ridwan Kamil juga pernah menawarkan untuk membawa investor kepada pengelola Kebun Binatang Bandung agar investor itu memberikan modal untuk perbaikan.
    "Saya sudah tawarkan, kalau mau saya bisa bawa investor yang punya uang untuk mengupgrade. Tapi mereka enggak ada respon," kata dia.

    Jika diberikan restu untuk mengelola bonbin ini, Ridwan Kamil berjanji pemkot akan merenovasi Kebun Binatang Bandung menjadi tempat tujuan wisata terbaik. "Masalah bukan ada di Pemkot, kalau ada di Pemkot (pengelolaannya) dari tahun awal saya renovasi kaya Alun-alun Bandung. Masalahnya ada di pengelola," kata dia.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.