Curi Start, Calon Bupati Brebes Pasang Baliho di Balai Desa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam

    Massa yang tergabung dalam "Koalisi Kawal RUU Pilkada" membawa poster seruan dukungan Pilkada Langsung pada aksinya di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 24 September 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COBrebes - Pemilihan kepala daerah secara serentak masih akan berlangsung tahun depan. Namun, di Brebes, Jawa Tengah, spanduk dan baliho bergambar Bupati Brebes Idza Priyanti terpasang di sejumlah kantor kepala desa. Bupati Idza berencana maju dalam pilkada mendatang. 

    Spanduk berbagai ukuran dan bentuk itu menempel di tembok dan pintu gerbang. Di kantor Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, misalnya, baliho berukuran sekitar 1 x 2 meter terpasang di pintu masuk gedung utama. Pada baliho itu, wajah Idza yang dibalut jilbab hitam tampak tersenyum dengan sederet tulisan: "Ibu Idza, ibunya masyarakat Brebes."

    Di kantor Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, baliho yang sama dengan ukuran lebih besar juga terpampang di depan kantor sebanyak tiga baliho dalam berbagai bentuk. Pemandangan serupa juga bisa dijumpai di kantor desa lainnya, seperti di Balai Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, dan Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong.

    Maraknya spanduk bergambar bupati dikeluhkan penduduk setempat. Ahmad, 27 tahun, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, mengatakan, secara etika, pemasangan baliho bergambar bupati kurang pas karena menjelang pemilihan bupati. Menurut dia, pesan yang disampaikan dalam baliho tersebut juga dinilai tendensius.

    "Ini kan terkesan dipolitisasi. Bupati memanfaatkan fasilitas negara untuk berkampanye," kata Ahmad kepada Tempo, Selasa, 10 Mei 2016. Idza Priyanti pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 berniat maju melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Selain dipasang di kantor kepala desa, baliho bergambar Bupati Idza juga terpasang di sepanjang jalan Pantura Brebes. Baliho bergambar serupa pun terpasang di setiap sudut kota dan pelosok desa. "Pemasangan baliho di pinggir jalan itu tampak tidak teratur. Itu mengganggu pemandangan," ujar Jayanti, 35 tahun, warga Brebes lainnya.

    Saat dikonfirmasi, Idza mengakui pemasangan baliho itu memang instruksinya. Namun dia mengatakan tak pernah menginstruksikan pemasangan baliho berisi potret dirinya di balai desa. "Saya tidak pernah meminta dipasang di kantor desa," tuturnya, Senin sore, di Pendapa Brebes. Idza berjanji segera mencopot baliho di balai desa itu. "Saya instruksikan dipasang di luar kantor desa."

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.