Nama Luhut Disebut, Istana Telepon Golkar Kubu Ade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 April 2016. Dalam ratas tersebut, Jokowi juga mengundang pimpinan KPK, Gubernur DKI Jakarta, dan sejumlah menteri terkait proyek reklamasi. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 April 2016. Dalam ratas tersebut, Jokowi juga mengundang pimpinan KPK, Gubernur DKI Jakarta, dan sejumlah menteri terkait proyek reklamasi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana membantah kabar bahwa pemerintah mendukung salah satu kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar, yaitu Setya Novanto. Firman Soebagyo, anggota tim pemenangan kubu calon Ketua Umum Golkar Ade Komaruddin mengaku ditelepon Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengenai kabar tersebut.

    "Pak Pramono barusan telepon saya, menegaskan bahwa Presiden tidak pernah mendukung salah satu nama calon tertentu seperti yang telah digulirkan oleh salah satu menteri," kata Firman Soebagyo, anggota tim pemenangan Ade Komarudin, saat dihubungi, Senin, 9 Mei 2016.

    Isu dukungan pemerintah terhadap Novanto dikemukakan oleh Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Ada yang bilang bahwa munaslub sudah selesai karena tinggal ketok palu saja. Saya dengar Pak Setya Novanto," ujar Ahmad setelah membuka peluncuran buku Mengembalikan Golkar ke Rakyat di Jakarta, Minggu, 8 Mei 2016.

    SIMAK: Wapres JK: Presiden Jokowi Marah Dicatut Dukung Setnov

    Menurut Firman, terkait dengan isu itu, ia meminta seluruh pihak harus berhati-hati terhadap tindakan pencatutan nama seperti ini. "Saya juga sudah bertemu Pak Jusuf Kalla klarifikasi soal ini, bahwa itu tidak benar, dan menteri yang bersangkutan sudah ditegur," katanya.

    Menteri Luhut dikabarkan mengadakan pertemuan tadi malam untuk membahas dukungan pemerintah kepada Setnov. Selain itu, menurut Firman, ada instruksi kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mendukung Setnov. "Padahal sudah dikatakan Presiden tidak ikut campur dan tidak mendukung calon tertentu," kata Firman.

    Firman menyesalkan hal semacam ini terjadi. Dia mengatakan juga menerima laporan dari sejumlah pengurus DPD Partai Golkar bahwa tersebar undangan untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Luhut malam nanti di sebuah hotel di Jakarta. "Pengurus DPD merasa resah dengan adanya tekanan seperti ini, tapi pertemuan nanti malam kabarnya dibatalkan karena sudah terbongkar," ucapnya.

    SIMAK: Pengurus Golkar Kumpul di Jakarta, Dukung Setya Novanto?

    Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menampik isu yang mengatakan bahwa pemerintah mendukung Setya Novanto menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang baru. "Kita tak berandai-andai. Belum ada nama, tak ada dukung-mendukung," kata dia di kantornya.

    Golkar rencananya akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa di Nusa Dua, Bali, untuk menentukan ketua umum pengganti Aburizal Bakrie. Pergelaran akbar yang diperkirakan menelan biaya Rp 67 miliar itu akan berlangsung selama tiga hari, 15-17 Mei 2016.

    Mereka yang akan bertarung memperebutkan kursi ketua umum, selain Setya Novanto dan Ade Komarudin, adalah Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Syahrul Yasin Limpo, Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo, dan Priyo Budi Santoso.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.