Saat Ferari Malinda Dee 'Menginap' di Rupbasan Jakut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melihat tiga mobil mewah hasil sitaan milik tersangka pembobol dana nasabah Citibank sebesar Rp. 17 miliar Melinda Dee terparkir di depan kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/4). Tiga mobil mewah itu adalah Mercedes Benz E350 bernopol B 467 QW, Ferrari seri 430 Scuderia berbopol B 5 DEE, dan Ferrari seri California yang bernopol B 125 DEE. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas melihat tiga mobil mewah hasil sitaan milik tersangka pembobol dana nasabah Citibank sebesar Rp. 17 miliar Melinda Dee terparkir di depan kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/4). Tiga mobil mewah itu adalah Mercedes Benz E350 bernopol B 467 QW, Ferrari seri 430 Scuderia berbopol B 5 DEE, dan Ferrari seri California yang bernopol B 125 DEE. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jakarta Utara Erwan Prasetyo menceritakan salah satu kisah timnya menangani mobil-mobil mewah yang dititipkan di tempatnya. "Saking canggihnya, terkadang kami bingung bagaimana cara membuka pintu mobilnya," kata Erwan kepada Tempo, akhir April lalu.

    Salah satunya mobil Ferari terdakwa kasus pencucian uang Malinda Danuardja alias Malinda Dee. Ferari berwarna merah itu sempat dititipkan di Rupbasan Jakarta Utara 2 tahun selama proses hukum berjalan.

    Untuk merawat benda sitaan yang belum memiliki kekuatan hukum tetap, tim Erwan harus merawat benda itu agar nilainya tidak berkurang jauh saat vonis hakim diumumkan. Ketika berhadapan dengan mobil Malinda Dee, anak buah Erwan bingung menyalakan mobil itu untuk dipanaskan. "Mobil Ferari itu ternyata sudah komputerisasi semua, tidak menggunakan kunci biasa," kata Erwan.

    Setelah berusaha menyalakannya, sensor untuk menyalakan mobil itu malah mati total. "Kami sudah melaporkannya kepada KPK tentang kejadian itu," kata Erwan.

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar kepada Malinda Dee dalam kasus tindak pidana perbankan dan pencucian uang secara berulang. Menurut Majelis hakim, pada pembacaan putusan Maret 2012, Malinda, sebagai pegawai bank, telah membuat catatan palsu, yaitu mengisi formulir transfer tanpa persetujuan nasabah. Ia mengisi sendiri kolom formulir penerima, pengirim, dan jumlah transfer yang ternyata digunakan untuk kepentingan pribadinya.

    Benda sitaan Malinda diputuskan untuk dikembalikan kepada Citibank. Saat hendak mengeksekusi Ferari merah di Rupbasan Jakarta Utara, Erwan mengatakan tim Citibank sampai memanggil teknisi dari Ferari untuk menyalakan sensor mesin yang sudah mati total. "Teknisi itu tidak berhasil juga menyalakannya. Akhirnya, mobil Ferari itu diderek oleh tim Citibank," kata Erwan.

    Erwan mendapat dana Rp 21,6 juta per tahun atau sekitar Rp 1,8 juta per bulan. Jumlah itu digunakan tidak hanya untuk perawatan mobil mewah, tapi untuk semua barang yang dititipkan instansi pemerintah di tempatnya, kecuali instansi KPK. Namun, karena anggarannya dinilai masih kurang, Erwan tidak memiliki teknisi untuk memantau keadaan mobil-mobil mewah yang ada di Rupbasan-nya.

    Sejak kejadian mobil itu, tim Erwan meminta instansi yang menitipkan mobil mewah, khususnya yang sudah komputerisasi, untuk diajari cara membuka pintu serta menyalakan mesin mobil agar bisa dipanaskan. "Makanya, punya mobil tidak usah ribet-ribet," tutur Erwan berkelakar.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.