Turis Libur Panjang di Bandung Buang Sampah Sembarangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memantau sampah yang kembali menumpuk di muara Sungai Cikapundung, Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2016. Setelah bersih dikeruk sehari sebelumnya, sampah kembali menumpuk di pagi hari. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memantau sampah yang kembali menumpuk di muara Sungai Cikapundung, Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2016. Setelah bersih dikeruk sehari sebelumnya, sampah kembali menumpuk di pagi hari. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Libur panjang akhir pekan lalu yang dimulai Kamis, 5 Mei 2016, membawa dampak negatif bagi Kota Bandung. Menjadi salah satu kota favorit untuk berwisata, Bandung didatangi para wisatawan dari luar kota pada pekan kemarin. Imbasnya, volume sampah meningkat.

    Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdiana mengatakan peningkatan volume sampah itu terjadi di beberapa titik keramaian di Kota Bandung. Bahkan, ucap dia, peningkatan sampah mencapai 100 persen dibanding hari biasa.

    "Peningkatan signifikan terjadi di tempat wisata dan daerah kuliner yang mencapai lebih 100 persen setiap hari. Misalnya, di Alun-alun Kota Bandung yang biasanya 4 ton, kemarin-kemarin menjadi 9 ton per hari," ujar Deni di Bandung, Senin, 9 Mei 2016.

    Menurut Deni, Alun-alun Kota Bandung yang kerap kali dipadati wisatawan ketika musim liburan menjadi lumbung terbesar penghasil sampah. Selain itu, tutur dia, tempat lain yang menyumbang banyak sampah di antaranya kawasan Dago, Cihampelas, dan beberapa taman tematik yang cukup ramai dikunjungi wisatawan saat musim libur kemarin.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Alun-alun Kota Bandung tak henti-hentinya dipadati lautan manusia pada pekan kemarin. Sampah plastik dan sampah organik sisa makanan cukup banyak berhamburan di sekitaran alun-alun itu. "Titik lain juga peningkatannya mencapai dua kali lipat. Kebanyakan jenis sampahnya anorganik, seperti plastik dan styrofoam," katanya.

    Selain itu, ucap dia, peningkatan volume sampah terjadi di ruas-ruas jalan di beberapa terminal di Kota Bandung. Di antaranya di sekitaran Jalan Asia-Afrika dan Terminal Leuwipanjang. Tingkat kesadaran masyarakat, ujar dia, masih terbilang rendah dalam kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, masih banyak yang membuang sampah secara sembarangan.

    "Kami padahal sudah menyiagakan petugas di titik-titik keramaian. Tapi tetap saja masih banyak yang buang sampah sembarangan. Ini risikonya menjadi salah satu kota tujuan wisata," tuturnya. "Hari biasa total sampah di Kota Bandung sebesar 1.500 ton. Nah, kemarin pas libur panjang, rata-rata naiknya 10 persen dibanding hari biasa," katanya.

    AMINUDIN A.S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.