15 Bunga Rafflesia Akan Mekar Bersamaan di Kaur, Bengkulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, bunga raflesia Arnoldi  mekar di hutan Bukit Daun Register V desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, (04/12). Semenjak tahun 2012 baru pertama kali ditemukan bunga rafflesia mekar. TEMPO/Iqbal lubis

    Bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, bunga raflesia Arnoldi mekar di hutan Bukit Daun Register V desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, (04/12). Semenjak tahun 2012 baru pertama kali ditemukan bunga rafflesia mekar. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.COBengkulu - Sebanyak 15 bunga Rafflesia arnoldii akan mekar dalam waktu hampir bersamaan di kawasan hutan di sekitar Desa Manau Sembilan, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Koordinator Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka Noprianto mengatakan 15 calon bunga tersebut berada dalam satu lokasi habitat.

    “Lokasinya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Bendungan Cawang Kidau,” kata Noprianto saat dihubungi, Senin, 9 Mei 2016.

    Saat ini pun, kata Noprianto, di lokasi yang sama terdapat dua bunga Rafflesia yang sedang mekar. Sedangkan 15 bonggol yang siap mekar beberapa hari lagi itu, berdasarkan identifikasi komunitas, dipastikan jenis arnoldii bila dilihat dari ramenta, warna, dan ukuran bunga.

    “Namun ukurannya beragam dan diperkirakan mekar dalam waktu bergantian,” ucapnya.

    Diperkirakan bunga-bunga berbau busuk ini akan mencapai diameter 70 sentimeter dan 87 sentimeter. Bukan hanya jenis arnoldii, kata Noprianto, di habitat itu juga ditemukan jenis bunga Rafflesia bengkuluensis

    Perjalanan menuju lokasi bunga Rafflesia itu, menurut dia, tidak terlalu sulit. Dari Desa Manau Sembilan, Kecamatan Padang Guci Hulu, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua selama 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Bendungan Cawang Kidau menuju lokasi.

    Sedangkan perjalanan dari Kota Bengkulu menuju Kecamatan Padang Guci membutuhkan waktu empat jam berkendara roda empat dengan jarak lebih dari 100 kilometer.

    PHESI ESTER JULIKAWATI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.