741 SMP di Tangerang Belum Siap UN Berbasis Komputer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid SMP Alfa Centauri mengerjakan soal Ujian Nasional berbasis komputer di Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2016. Sekolah ini menjadi satu-satunya SMP lokal yang melaksanakan UN berbasis komputer. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah murid SMP Alfa Centauri mengerjakan soal Ujian Nasional berbasis komputer di Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2016. Sekolah ini menjadi satu-satunya SMP lokal yang melaksanakan UN berbasis komputer. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Tangerang - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hanya diikuti enam sekolah menengah pertama swasta di Kabupaten Tangerang. Keenam sekolah itu adalah SMPS Pahoa, Pelita Harapan di Lippo Karawaci, Kusuma Bangsa di Pasar Kemis, Permata Insani di Sindang Sari, Jakarta Nanyang School di BSD City, dan Stella Maris di Gading Serpong.

    Selebihnya ada 741 sekolah negeri dan swasta, 167 madrasah tsanawiyah, dan 73 lembaga penyelenggara ujian paket B. Ujian paket B mengikutsertakan ujian tertulis sebanyak 50.757 siswa SMP, MTSN, dan kejar paket B pada ujian nasional 2016 ini.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Teteng Jumara mengatakan ketidaksiapan sekolah dikarenakan fasilitas komputer yang belum memadai memenuhi kebutuhan siswanya untuk mengikuti UNBK. “Di kabupaten baru ada enam sekolah yang mengikuti UNBK itu pun sekolah swasta,” kata Teteng, Senin, 9 Mei 2016.

    Teteng mengatakan untuk UNBK, pihaknya telah mempercayakan kepada sekolah masing-masing untuk mengatur mengenai teknis pelaksanaan UNBK. Termasuk di antaranya adalah kesiapan antisipasi pemadaman listrik selama pelaksanaan UN pada 9-12 Mei mendatang.

    Adapun pelaksanaan UN tertulis berjalan dengan tanpa halangan. Soal ujian sudah sampai dan diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten sehari sebelumnya dengan pengawalan kepolisian serta tidak ada soal rusak dan keluhan kebocoran soal. “Aman pelaksanaan untuk hari ini,” ujar Teteng.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.