Masuk Rumah Sakit, Rano Karno Batal ke Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Rano Karno saat membuka pameran foto 45 tahun TEMPO, Wajah Dalam Sejarah, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 2 Mei 2016. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Gubernur Banten Rano Karno saat membuka pameran foto 45 tahun TEMPO, Wajah Dalam Sejarah, di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 2 Mei 2016. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.COSerang - Gubernur Banten Rano Karno saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan. Dari informasi yang dihimpun, Rano dirawat sejak Sabtu, 7 Mei 2016. 

    “Berdasarkan keterangan tim dokter rumah sakit, Pak Gubernur disarankan untuk dirawat secara intensif karena mengalami infeksi tenggorokan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Banten Deden Apriandi, Senin, 9 Mei 2016.

    Menurut Deden, Rano Karno akan mengunjungi Australia pada 8-10 Mei untuk melakukan kerja sama pembangunan pelabuhan ternak di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, dengan perusahaan asal Australia, National Port Corporations Limited (NPCL). “Terpaksa batal berangkat karena kondisi Pak Gubernur tidak memungkinkan,” katanya.

    Menurut dia, saat ini kondisi pemeran Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu sudah lebih baik dibanding sebelumnya. “Alhamdulillah kondisi beliau sudah lebih baik, Minggu malam suhu badannya sudah menurun dan mulai normal,” tutur Deden.

    Sejak sepekan terakhir, jadwal Rano memang cukup padat, seperti menghadiri pameran foto Tempo 45 di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 2 Mei. Lalu, keesokannya, dia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham BGD di Hotel Mercure, Jakarta. Dilanjutkan dengan rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang di Sekretariat Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas di Jakarta. Terakhir dia terlihat pada Rabu, 4 Mei, saat menggelar pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Indonesia Corruption Watch, dan PP Pemuda Muhammadiyah di ruang kerjanya.

    "Jadwal seminggu kemarin memang padat, kemungkinan beliau kelelahan," ucap Deden.

    Deden memastikan roda pemerintahan di lingkungan Pemprov Banten tidak akan terganggu dan tetap berjalan normal karena masih bisa dijalankan Sekretaris Daerah dan para asisten daerah Banten. “Semua berjalan normal seperti biasa sesuai dengan arahan Pak Gubernur. Mohon doanya saja semoga beliau diberikan kesehatan,” ujar Deden.

    Adapun Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan dia mendapat amanat dari Rano Karno untuk tetap berangkat ke Australia bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Agus Tauchid. “Amanat Pak Gubernur jalankan semua agenda dan yakinkan investor,” katanya. 

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.