Tragedi Yuyun dan Feby: Ini 5 Hal yang Mencemaskan Publik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pengumpulan tanda tangan dalam aksi Solidaritas Moral untuk Yuyun saat car free day di Makassar, 8 Mei 2016. Tanda tangan ini dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap korban kekesaran seksual yang terjadi sejak awal 2016 yang belum terselesaikan. TEMPO/Fahmi Ali

    Aksi pengumpulan tanda tangan dalam aksi Solidaritas Moral untuk Yuyun saat car free day di Makassar, 8 Mei 2016. Tanda tangan ini dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap korban kekesaran seksual yang terjadi sejak awal 2016 yang belum terselesaikan. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO - Seorang pelajar putri sekolah menengah pertama di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, berusia 14 tahun, menjadi korban pemerkosaan tukang ojek bernama Mustamin, 31, Minggu siang, 8 Mei 2016.

    Baca juga:
    Poster Risma Beredar, Pesaing Berat bagi Ahok? Ini Kata PDIP
    Inilah yang Amat Mencemaskan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby

    Kepala Kepolisian Sektor Woja Inspektur Dua Hendrik Christianto menuturkan kekerasan seksual itu berawal ketika korban, yang keluar dari salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Dompu, meminta jasa ojek Mustamin.

    Korban minta diantarkan ke Dusun Saka, Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu. Korban diperkosa di perkebunan milik warga di Dusun Tirta Mengi, Desa Riwo, Kecamatan Woja. Setelah merudapaksa, pelaku meninggalkan korban sendirian di tepi jalan.

    Peristiwa di Dompu itu menambah daftar panjang korban pemerkosaan dan pembunuhan. Sebelumnya, muncul dua tragedi. Yuyun, siswi sekolah menengah pertama di Bengkulu, diperkosa ramai-ramai, lalu dibunuh pada 2 April. Empat pekan berselang, mahasiswi Universitas Gadjah Mada, Feby Kurnia Nuraisyah Siregar, dibunuh di toilet kampus oleh seorang petugas kebersihan pada 28 April 2016 pagi.

    Kenapa kejahatan sadistis seperti itu muncul?  Selanjutnya baca: Inilah 5 Hal yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby


    AKHYAR M. NUR

    Baca juga:
    Poster Risma Beredar, Pesaing Berat bagi Ahok? Ini Kata PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.