225 SMP di Tangsel Siap Gelar Ujian Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ujian Nnasional (UN) tingkat SMA dan sederajat. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi Ujian Nnasional (UN) tingkat SMA dan sederajat. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Sebanyak 225 sekolah tingkat menengah pertama di Tangerang Selatan, baik negeri maupun swasta,  siap melaksanakan ujian nasional yang akan digelar pada Senin, 9 Mei 2016.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Mathodah mengatakan dari 225 sekolah tingkat menengah pertama, 13 di antaranya siap melaksanakan ujian berbasis komputer (UNBK), sedangkan sisanya ujian menggunakan kertas.

    "Jumlah ini meningkat dari tahun lalu, yang hanya satu sekolah. Kini ada 13 sekolah dari SMP negeri dan swasta (yang menggelar UNBK), termasuk madrasah tsanawiyah," ujar Mathodah, Ahad , 8 Mei 2016, di Lapangan BSD City.

    Baca Juga: SMP Negeri Depok Tidak Siap UN Berbasis Komputer

    Hanya satu SMP dan MTSN negeri dari 13 sekolah yang menggelar UNBK. Sisanya merupakan institusi pendidikan nonpemerintah. "Mudah-mudahan tahun depan seluruh SMPN di Tangsel bisa melaksanakan UNBK, tentu dengan dukungan semua pihak. Total SMP negeri ada 21 sekolah," kata Mathodah.
     
    Sedangkan untuk ujian dengan kertas atau paper base test (PBT), Mathodah berujar,  pendistribusian kertas soal sudah rampung dilaksanakan sejak Sabtu kemarin.

    "Distribusi soal PBT sudah siap. Ada di tujuh titik subrayon yang ada dengan pengamanan ketat anggota Polres Tangsel," ucap Mathodah. Dia berharap, dalam pelaksanaannya, Tangsel  mampu meningkatkan integritas dan kejujuran peserta didik dalam menjawab soal ujian. 

    Simak:  Tragedi Yuyun, Perempuan Bukan Obyek Kekerasan Seksual  

    Mathodah menambahkan, standar nilai kelulusan memang sudah dihapus. Tapi yang terpenting bagaimana sekolah, guru, dan peserta didik berlaku jujur menjawab soal-soal ujian. "Kami inginnya banyak sekola di Tangsel dapat predikat sekolah berintegritas."

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.