Membangkitkan Pendidikan Nonformal di Banten

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendidikan nonformal memiliki keuntungan tersendiri, terutama dalam menjangkau kelas masyarakat yang termarjinalkan.

    Pendidikan nonformal memiliki keuntungan tersendiri, terutama dalam menjangkau kelas masyarakat yang termarjinalkan.

    INFO NASIONAL - Selama ini, masyarakat lebih banyak mengetahui satuan pendidikan formal dibandingkan pendidikan nonformal. Padahal, pendidikan nonformal memiliki keuntungan tersendiri, terutama dalam menjangkau kelas masyarakat yang termarjinalkan. Sayangnya, belum banyak kebijakan-kebijakan dari kepala daerah di Indonesia yang menjadikan pendidikan nonformal sebagai pengembangan alternatif long life education.

    Namun bagi Gubernur Banten Rano Karno, pendidikan nonformal ini justru bisa memberikan solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ketika usia mereka sudah tidak bisa lagi masuk di jenjang formal. “Sejatinya, pendidikan itu untuk semua lapisan masyarakat. Jadi masyarakat yang sudah tidak bisa masuk ke jenjang formal karena dari sisi usia tidak memungkinkan, bisa ikut ke jalur pendidikan nonformal. Usia tidak boleh menghalangi warga untuk mengakses pendidikan. Jadi sebagai pemerintah daerah, kita harus memberikan ruang bagi mereka,” ujarnya.

    Selain itu, menurut Rano, pendidikan nonformal juga bisa diakses oleh masyarakat di pedesaan, terutama di daerah Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. Umumnya, satuan pendidikan nonformal menyebar di desa-desa. Hal ini untuk menjawab dilema sekolah formal yang jauh dari lokasi tempat tinggal mereka. “Inilah komitmen pemerintah daerah dalam keberpihakannya terhadap masyarakat marginal atau yang termarjinalkan,” ucapnya.

    Selain itu, menurut Rano, pendidikan nonformal juga bisa menjadi sarana bagi masyarakat adat untuk mengakses pendidikan. Di Lebak, kata Rano, ada warga adat Baduy yang secara hukum adat tidak dibolehkan masyarakatnya untuk sekolah. “Tentu kita hormati hukum mereka. Tapi dengan pendekatan pendidikan nonformal, mereka sudah banyak yang belajar keaksaraan dasar. Bahkan ada juga yang mengikuti pendidikan kesetaraan seperti paket A, B dan C di PKBM tetangga kampung mereka. Bagi mereka yang ingin belajar, saya kira pemerintah harus memfasilitasinya,” katanya.

    Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi memaparkan bahwa pendidikan nonformal bisa diinisiasi oleh lembaga-lembaga yang ada di masyarakat. “Menurut Permendikbud nomor 81 tahun 2013, Satuan Pendidikan Nonformal (PNF) itu tidak hanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) saja, bahkan majlistaklim yang ada di berbagai pelosok desa pun bisa menjadi Satuan Pendidikan. Ini yang harus diaktivasi oleh komunitas masyarakat,” ujar Engkos.

    Di Banten, majelistaklim itu mencapai ribuan jumlahnya. “Saya kira jika pihak-pihak terkait membuka layanan pendidikan nonformal,  akan meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Banten, yang nantinya akan berimbas pada kualitas sumber daya manusia di Banten. Inilah yang akan terus kita kembangkan,” kata Engkos.

    Sekarang ini tercatat lebih dari 6000 lembaga Satuan PNF-PAUD ada di Provinsi Banten. Namun baru sekitar 548 lembaga yang terakreditasi. Kedatangan Yessy Gusman sebagai perwakilan Badan Akreditasi Nasional (BAN) PNF pada akhir April ke Provinsi Banten dan langsung bertemu dengan Gubernur Banten, merupakan salah satu dukungan agar Badan Akreditasi Provinsi (BAP) PNF segera terwujud. “Kehadiran saya ke Banten ingin menjelaskan kepada Gubernur Banten Rano Karno mengenai pentingnya BAP segera terwujud. Karena, mulai tahun ini yang memiliki wewenang menyelenggarakan akreditasi di daerah tidak lagi BAN pusat,” ucap Yessy Gusman yang pernah bermain peran Rano Karno pada dekade 80-an.

    Kehadiran BAN pusat disambut baik Gubernur Banten Rano Karno dan memastikan bahwa BAP  sudah terbentuk. “Justru kehadiran BAP ini sangat penting. Satuan pendidikan nonformal tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga menjaga kualitas. Sehingga saya berharap, dalam waktu tiga tahun semua lembaga nonformal di Banten sudah harus terakreditas,” ujar Rano.

    INFORIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.