Tanah Longsor Timbun Permukiman Elite di Bandung Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau pergerakan tanah di lokasi terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Cibitung, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Mei 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Petugas memantau pergerakan tanah di lokasi terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Cibitung, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Mei 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COBandung - Tanah longsor menerjang kawasan perumahan elite milik PT Bandung Pakar di Kampung Ciosa, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ahad dinihari, 8 Mei 2016. Longsoran tanah menimbun perkebunan dan tambak ikan milik warga. Sebagian area lapangan golf milik PT Bandung Pakar pun terimbas longsoran. 

    Usang Satria, saksi mata, mengatakan tanah mulai bergerak sekitar pukul 01.45, yang dibarengi suara gemuruh. Dia bersama warga lain langsung berinisiatif menyelamatkan penduduk di bawah tanah yang akan longsor. "Terdengar seperti suara hujan lebat, tapi bukan hujan. Tanah dengan cepat turun ke bawah," ujarnya kepada Tempo, Ahad siang.

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Gadis Cantik Tewas Disambar Kereta, Selfie Maut Tetap Marak

    Menurut Usang, penurunan tanah tak berhenti hingga sore hari. Total lahan yang terkena dampak longsoran tanah diperkirakan mencapai 1 kilometer. Sedangkan lebar tanah di atas bukit yang ambles sekitar 400 meter. 

    "Di lokasi itu ada 12 tambak ikan, kandang kambing, dan satu rumah penduduk. Untung, penghuni rumah tersebut telah diungsikan sebelum tanah turun," katanya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, lokasi tanah longsor berada di tengah-tengah perumahan elite Dago Resort. Rumah-rumah elite dan hotel belasan lantai berdiri di atas bukit yang telah ambles itu. Sedangkan di bagian bawahnya terdapat lapangan golf dan permukiman penduduk. 

    Kepala Desa Mekarsaluyu Suhaya mengatakan tanah longsor di wilayahnya sudah terjadi dua kali dan terakhir pada 2010. Namun tanah longsor kali ini merupakan yang paling besar. Bila tidak ada penanganan yang serius dari pengembang perumahan ataupun pemerintah, dia khawatir bencana tersebut kembali mengancam. "Tanah longsor ini disebabkan oleh mata air yang ditutup pihak pengembang. Jadi air enggak bisa mengalir," ujarnya.

    Untuk mengantisipasi tanah longsor susulan, dia mengimbau warga tetap siaga. Terlebih ketika malam hari hujan mengguyur kawasan tersebut. "Saya sudah berkoordinasi dengan warga dan pengembang. Kepada pengembang, saya usulkan untuk sementara berhenti membangun di kawasan hulu," tuturnya.

    IQBAL T LAZUARDI S

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.