Puncak Arus Balik, Bandara Juanda Dipadati 63.700 Penumpang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Puncak arus balik penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya diprediksi terjadi hari ini. Hari ini adalah hari terakhir libur panjang selama empat hari dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj yang menyambung akhir pekan.

    "Karena hari Senin sudah hari kerja," kata pegawai Bagian Hubungan Masyarakat Angkasa Pura I Cabang Juanda, Liza Anindya, kepada Tempo, Ahad, 8 Mei 2016.

    Liza menjelaskan, hari ini jumlah penumpang diprediksi mencapai 28 ribu untuk kedatangan domestik. Untuk keberangkatan domestik sebesar 28 ribu orang. Sedangkan yang melakukan penerbangan terusan sebanyak 2.500 orang.

    "Total hari ini jumlah penumpang dari penerbangan domestik mencapai 58.500," ucapnya.
    Adapun penerbangan internasional hari ini jumlah penumpangnya masing-masing 2.600 untuk kedatangan dan keberangkatan .

    "Jadi, kalau ditotal, jumlah penumpangnya 63.700," ujarnya.

    Saat libur panjang selama empat hari ini, jumlah penumpang meningkat 18 persen dibanding hari biasa yang hanya mencapai 53.430 orang.

    Menurut Liza, jalur penerbangan yang mengalami peningkatan penumpang signifikan ialah Jakarta, Balikpapan, dan Bali. Sedangkan untuk tujuan luar negeri ialah Malaysia, Hong Kong, dan Singapura.

    Meski demikian, jumlah penerbangan tambahan pada libur panjang pekan ini hanya ada satu, yakni dari maskapai Nam Air rute Denpasar-Surabaya dan sebaliknya. "Extra flight Nam Air untuk jadwal penerbangan pada 5, 7, dan 8 Mei."

    Selain kenaikan penumpang, jumlah pesawat di Bandara Juanda meningkat 17 persen.  Peningkatan jumlah penumpang dan pesawat ini, tutur dia, karena banyak faktor. "Salah satunya kondisi perekonomian masyarakat kita yang kian membaik," kata Liza.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.