Tewaskan Empat Remaja, Ini Kandungan Racun Ikan Buntal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    TEMPO.CO, Lumajang - Empat remaja di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, meninggal setelah memakan ikan buntal. Ikan itu mereka tangkap di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

    Indrayudi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, mengatakan ikan buntal memang memiliki kandungan racun yang sangat kuat. Sebab, ikan ini memang berbeda dengan ikan-ikan pada umumnya. "Bila ikan lain membuang bakteri atau racun dari dalam tubuhnya, ikan buntal menyimpan bakteri di limpa, tempat telur, dan empedu," ucapnya.

    Baca juga:
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa

    Menurut Indrayudi, racun tetrodotoxin dalam ikan buntal sangat kuat. "Belum ada penangkal atau penawarnya," ujar Indrayudi.

    Karena itu, paramedis di RSUD dr Haryoto kaget ketika mengetahui empat remaja yang dibawa ke rumah sakit tersebut telah mengkonsumsi ikan buntal. "Racun dalam ikan buntal sangat kuat, sianida kalah, bisa 20 kali sianida," tutur Indrayudi. Orang yang terkontaminasi racun ikan buntal akan muntah, mencret, serta mengalami disfungsi otot napas.

    "Ini berpengaruh pada organ pernapasan yang terganggu. Artinya, ada gagal napas dan gagal jantung karena, selain menyerang otot pernapasan, otot jantung terserang," katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh orang keracunan ikan buntal. Mereka adalah Choirul Zikin, 13 tahun, Dani Sukmana (11), Edi Eka Pratama (16), Angga Anggita Pratama (17), Suprianto (17), Choirul Huda (17), dan Wakhid (47). Empat di antaranya meninggal, yakni Choirul Zikin, Dani Sukmana, Edi Eka Pratama, dan Choirul Huda.

    Kejadian ini bermula ketika enam remaja tersebut pergi memancing untuk mengisi waktu libur di Pantai Licin, Jumat pagi, 6 Mei 2016. Mereka mendapati ikan buntal sekitar 8 kilogram. Ikan itu dibawa pulang. Mereka tidak tahu ikan tersebut beracun.

    Sesampainya di rumah, ikan tersebut dimasak untuk dimakan bersama-sama. Sore harinya, mereka muntah-muntah, dan satu di antaranya meninggal. Sabtu pagi, 7 Mei 2016, dilaporkan dua lain menyusul meninggal. Korban meninggal bertambah satu pada Sabtu siang.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa

    Gadis Cantik Tewas Disambar Kereta, Selfie Maut Tetap Marak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.