Korban Keracunan Ikan Buntal Bertambah, 4 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    TEMPO.CO, Lumajang - Jumlah korban tewas keracunan ikan buntal di Lumajang, Jawa Timur bertambah dari yang semula tiga menjadi empat. Choirul Huda, 17 tahun, warga Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari menyusul tiga korban yang lebih dulu meninggal setelah mengkonsumsi ikan beracun itu, Sabtu, 7 Mei 2016.

    Huda meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum dr Haryoto, Lumajang, Sabtu siang. Direktur Rumah Sakit Umum dr Haryoto, Indrayudi, membenarkan korban keracunan bertambah satu. "Kami merawat tiga pasien keracunan ikan buntal. Satu meninggal dunia dan dua masih menjalani perawatan," kata Indrayudi.

    Sebelumnya, tiga anak meninggal dunia terlebih dulu akibat mengkonsumsi ikan tersebut. Mereka ialah Choirul Zikin, 13 tahun, Dani Sukmana (11) dan Edi Eka Pratama (16). Korban tewas adalah warga Desa Purorejo dan Tempurejo.

    Kejadian  bermula ketika enam orang anak berusia belasan tahun  pergi memancing untuk mengisi liburan di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat kemarin, 6 Mei 2016.

    Selain korban yang tewas, tiga di antara yang ikut memancing ialah Angga Anggita Pratama (17), Suprianto (17), dan Choirul Huda (17). Saat memancing, mereka mendapati ada ikan buntal seberat sekitar 8 kilogram. Mereka membawa pulang ikan tersebut dan  tidak tahu kalau tergolong beracun.

    Sesampainya di rumah, ikan tersebut kemudian dimasak untuk dimakan bersama-sama. Pada Jumat mereka muntah-muntah hingga  satu korban meninggal dunia. Sabtu pagi dua jumlah korban tewas bertambah dua. Dan pada Sabtu siang, satu korban lagi menyusul tewas.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.