Neuropsikolog Tak Yakin Minuman Keras Pemicu Utama di Tragedi Yuyun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktifis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Melawan Kekerasan Seksual menggelar aksi tutup mulut di bawah jembatan Fly Over, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Mei 2016. Dalam aksinya mereka mengutuk keras pelaku pemerkosaan dan kematian remaja perempuan asal Bengkulu, Yuyun (14) dan meminta untuk mengadili para pelaku. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang aktifis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Melawan Kekerasan Seksual menggelar aksi tutup mulut di bawah jembatan Fly Over, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Mei 2016. Dalam aksinya mereka mengutuk keras pelaku pemerkosaan dan kematian remaja perempuan asal Bengkulu, Yuyun (14) dan meminta untuk mengadili para pelaku. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta- Neuropsikolog dari Universitas Bina Nusantara, Ihsan Gumilar, meragukan minuman keras sebagai penyebab utama terjadinya kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, 14 tahun, di Bengkulu. Minuman keras dianggap hanya sebagai pemicu atau katalis.

    "Kalau menurut saya, pornografi yang menjadi penyebab utama di kasus ini," ujar Ihsan saat menjadi pembicara kasus Yuyun pada diskusi di Jakarta, Sabtu, 7 Mei 2016.

    Yuyun adalah siswi di Rejangbelong yang dilecehkan oleh 14 pelajar pria. Peristiwa itu terjadi pada 2 April 2016. Tidak hanya diperkosa, Yuyun juga dibunuh. Dari 14 pelaku, 12 di antaranya sudah dibekuk dan dua menjadi buron. Dan dari 12 yang sudah dibekuk, tujuh di antaranya sudah menjalani proses persidangan dan sisanya dalam pemberkasan.

    (Baca: Perkosaan Yuyun, Gubernur Bengkulu: Teguran bagi Pemerintah)

    Ihsan mencoba menjelaskan hipotesisnya pada temuan lapangan bahwa para pelaku kecanduan dan dicekoki pornografi selama ini. Ia berkata bahwa tragedi Yuyun berawal dari dopamin yang membanjiri otak para pelaku.

    Dopamin, kata dia, adalah kompon di dalam otak manusia yang menimbulkan rasa bahagia di kepala. Semakin banyak dopamin, semakin bahagia seseorang yang umumnya berujung pada kecanduan atau tindakan tak terduga. Dalam kasus Yuyun, produsen dopamin adalah pornografi. "Dan informasinya kan mereka kecanduan," ujar Ihsan.

    Dopamin umumnya bisa ditekan oleh prefrontal cortex, otak bagian depan, agar tidak berlebihan. Namun, kerja prefrontal cortex akan tertekan apabila ada alkohol diteguk. Apabila benar pelaku pelecehan Yuyun dalam pengaruh alkohol saat beraksi, kata Ihsan, bisa dipastikan bahwa minuman keras hanya menjadi katalis.

    "Sudah dopamin banyak, alkohol menekan kontrolnya. Jadilah kesulitan mengendalikan diri (para pelaku)," ujar Ihsan.

    ISTMAN M.P.

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.