Keracunan Ikan Buntal, 3 Anak Meninggal dan 2 Kritis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Keracunan

    Ilustrasi Keracunan

    TEMPO.CO, Lumajang - Enam pelajar di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah mengkonsumsi ikan laut hasil tangkapannya, Sabtu, 7 Mei 2016. Tiga korban langsung meninggal adapun dua lainnya dalam kondisi kritis. Korban tewas ialah Choirul Zikin, 13 tahun, Dani Sukmana (11), dan Edi Eka Pratama (16).

    Kejadian nahas itu berawal ketika korban berlibur ke Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat kemarin. Saat bermain-bermain di pantai itulah mereka menangkap ikan buntal (bluntek) lalu dibawa pulang. Sampai di rumah ikan itu dimasak.

    Warga Tempursari, Samsul, mengatakan ikan tersebut berbahaya karena empedunya beracun. Nelayan pun, kata dia, tidak mau menangkap ikan buntal. "Anak-anak ini tertarik karena bentuknya seperti ikan emas," kata Samsul.

    Menurut Samsul, korban keracunan dimakamkan Sabtu siang. Warga Tempursari lainnya, Aziz, mengatakan korban semula memancing di pantai. Saat memancing itulah mereka melihat ikan buntal berukuran besar seberat delapan kilogram menggelepar di pantai. "Ikan itu dibawa pulang dan dimasak untuk dimakan bersama-sama," kata Aziz.

    Kepala Kepolisian Sektor Tempursari Ajun Komisaris Budi Setyono membenarkan kabar tiga korban tewas keracunan ikan buntal. Adapun korban tiga yang masih mengalami sakit dirawat di Rumah Sakit Haryoto, Lumajang, dan satu orang di Puskesmas Tempursari. Mereka ialah Angga Anggita Pratama (17), Suprianto (17), Huda (17), dan Wakhid (47).

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.