Turbulensi di Kalimantan, Hong Kong Airlines Mendarat di Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi di ruang tunggu keberangkatan ketika penutupan sementara Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (8/10). ANTARA/M Agung Rajasa

    Suasana sepi di ruang tunggu keberangkatan ketika penutupan sementara Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (8/10). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Kuta - Pesawat Hong Kong Airlines tipe A332 register B-LNE mengalami turbulensi ketika berada di atas Pulau Kalimantan. Walhasil, pesawat dengan nomor penerbangan CRK 6704 dari Denpasar ke Hong Kong ini kembali mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu dinihari, 7 Mei 2016, pukul 04.29 Wita.

    Pesawat yang dikemudikan pilot Tinios Peter dan kopilot Redza Khomeini tersebut membawa 204 penumpang dan 12 kru pesawat. Semua penumpang turun pesawat pukul 04.40 Wita, yang langsung ditangani tim medis.

    General Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Trikora Harjo menjelaskan penanganan evakuasi penumpang dilakukan oleh AP 1 Ngurah Rai, KKP Ngurah Rai, serta tim BPBD Provinsi Bali. Ia menambahkan, penumpang yang mengalami cedera ringan dan serius terdiri atas tiga kru dan delapan penumpang.

    "Semua sudah dibawa ke rumah sakit BIMC dan enam orang diperiksa di ruang KKP (total 17 pax)" katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 7 Mei 2016.

    Evakuasi  ke rumah sakit, kata dia, menggunakan 3 ambulans AP 1, 1 ambulans KKP, 1 ambulans Pemerintah Provinsi Bali, 1 ambulans BPBD, dan 1 ambulans dari BNPB. Adapun penumpang yang tidak cedera sementara ditempatkan di ruang tunggu keberangkatan dan istirahat di hotel yang sudah di sediakan pihak maskapai.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.