Wisatawan Memadati Lombok pada Libur Panjang Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mancanegara, menikmati keindahan pasir putih dan pemandangan yang disajikan di pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 2 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sejumlah wisatawan mancanegara, menikmati keindahan pasir putih dan pemandangan yang disajikan di pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 2 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Mataram –  Arus wisatawan berlibur ke Lombok yang datang dari pelabuhan Bali meningkat hingga 300 persen. Mereka umumnya melakukan perjalanan dari kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan kendaraan roda empat.

    Manajer Usaha Angkutan Sungai Danau Penyeberangan di Padang Bai Bali, Wayan Rosta, menyebutkan selama 12 jam terakhir  terjadi peningkatan arus penyeberangan. ‘’Kalau penumpang perorangan dari Lombok ke Bali. Sebaliknya yang berkendaraan dari Bali ke Lombok,’’ kata Wayan Rosta kepada Tempo, Jum’at 6 Mei 2016 siang.

    Sehari ini ada 600 orang penumpang dari Lombok yang menyeberang ke Bali dan sebaliknya dari Bali ke Lombok sebanyak 300 orang.

    Kalau pada hari biasa ada sekitar 200 unit sepeda motor yang menyeberang dari Bali, kali ini jumlahnya bisa mencapai 688 unit. Sedangkan jumlah kendaraan roda empat yang rata-rata ditumpangi rombongan berkeluarga meningkat 230 persen dari semula 40 unit.

    Semua kawasan wisata di Lombok mulai di Gili Trawangan, Senggigi, Sekotong hingga Kuta-Mandalika Resort di Lombok Tengah dipadati wisatawan nusantara. Mereka diantaranya berasal dari berbagai kota besar di Surabaya,

    ‘’Sangat padat kunjungan wisatawan nusantara (meningkat) mencapai 70 persen. 102 kamar penuh, ‘’ kata seorang petugas Sales & Marketing Novotel Lombok kepada Tempo, Jum’at 6 Mei 2016. Para pengunjung ini menginap hingga Minggu 8 Mei 2016.

    Account Director Hotel Sheraton Senggigi, Yunartha Adi Wijaya, menyebutkan sebanyak 154 kamar terisi penuh hingga Minggu 8 Mei 2016. ‘’100 persen penuh,’’ ujarnya kepada Tempo.

    Wisatawan nusantara yang berasal dari Jakarta kebanyakan mengisi libur panjang akhir pekan ini. Tidak hanya di kawasan wisata Senggigi, bus wisata terlihat hingga ke utara yaitu lokasi Pantai Nipah dan Pandanan.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan, Acok Zani Baso,  yang merupakan pemilik Sama-Sama Bar, menyebut libur panjang ini jelas meramaikan Gili Trawangan.

    ‘’Di setiap pelabuhan ke Gili Trawangan ada 10 hingga 15 bus wisata,’’ ucapnya. Untuk ke Gili Trawangan, selain dijangkau menggunakan public boat dari Pelabuhan Bangsal Pemenang, juga fast boat (Kapal Cepat) dari Teluk Nara dan Teluk Kodek.

    Pemilik Samba Vila, Safril Samba, mengatakan sebanyak 18 kamar vila yang dimiliki bertarif Rp 1,2 juta terisi penuh. ‘’Full book hingga Minggu nanti,’’ katanya. Dia yang juga memiliki fasilitas kapal cepat dari Teluk Nara sehari ini sudah mengangkut wisatawan nusantara delapan trip. Setiap trip bervariasi mengangkut secara carter 2 hingga 22 orang.

    Safril Samba mengatakan kapal cepat yang melayani Bali-Gili Trawangan pada hari biasa memuat 800 orang. Selama libur akhir pekan ini jumlahnya bisa mencapai hingga 2.500 orang. Di Gili Trawangan ada 5.000 kamar hotel bintang.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal mengakui tingginya kepadatan perjalanan wisatawan nusantara ke Lombok. Sebagian wisatawan menggunakan maskapai penerbangan Lion Air, Batik Air, Garuda dan Citilink, yang memiliki trip penerbangan dari Jakarta ke Lombok.

    Sebagian lainnya datang dari Surabaya dan Denpasar. Menurut dia, masih cukup banyak penumpang yang belum memperoleh tiket. ‘Saya sendiri hari ini mendapatkan tiket bisnis class Batik Air. Lainnya penuh,’’ kata dia sepulangnya dari Jakarta pada Jum’at 6 Mei 2016 siang. Tiket pesawat untuk Business Class bertarif Rp 3 juta sedangkan untuk kelas ekonomi memiliki tarif promosi hingga Rp 500an ribu.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?