Pascarazia Suporter Bola, Polisi Bangkalan Jaga di Suramadu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Suramadu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Jembatan Suramadu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bangkalan - Aparat Kepolisian Resor Bangkalan, Jawa Timur, menggelar razia kendaraan di gerbang jalan tol Suramadu sisi Bangkalan, Jumat, 5 Mei 2016. Setiap kendaraan dari arah Surabaya yang melintas, baik roda dua atau empat, dihentikan dan digeledah.

    Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Bangkalan Komisaris Pratolo Saktiawan mengatakan razia yang melibatkan satu peleton pasukan itu dilakukan untuk mencegah masuknya penyusup yang ingin mengacaukan jalannya pertandingan antara kesebelasan Madura United dan Arema Cronus di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat malam ini.

    Apalagi, kata dia, Kamis malam, 5 Mei 2016, terjadi aksi razia yang dilakukan suporter sepak bola di kawasan Kedung Cowek terhadap kendaraan pelat N asal Kabupaten Malang. "Bisa saja kan, ada yang menyusup ke stadion untuk mencari Aremania," katanya, Jumat, 5 Mei 2016.

    Pratolo mengatakan razia itu dilakukan bukan untuk mencegah masuknya Aremania ke Bangkalan. Pratolo menyebut sekretaris Aremania memastikan tidak ada pengiriman suporter secara terorganisasi dari Malang. "Kalau Aremania yang berangkat sendiri mungkin ada, ini yang tidak bisa dicegah," ujarnya.

    Pratolo meminta Aremania yang berangkat sendiri ke Bangkalan agar tidak menggunakan atribut Aremania selama perjalanan. Atribut hanya dipakai dalam stadion saat pertandingan. "Kalau nekat pakai atribut di jalan, sama saja bunuh diri," katanya lagi.

    Untuk di Stadion, Pratolo menambahkan, total jumlah personel yang disiagakan 500 personel. Terdiri atas 300 polisi dan 200 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan TNI AD. "Khusus pengamanan dalam stadion, satu kompi dari Brimob Polda Jatim," ujarnya.

    Banyak perubahan pola pengamanan dalam kompetisi Torabica Soccer Championship. Di antaranya separuh lapangan tempat pemain cadangan tidak boleh dijaga polisi. Polisi hanya boleh menjaga di separuh lapangan dekat tribun penonton ekonomi.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.