Tragedi Yuyun, Gubernur Bengkulu: Teguran bagi Pemerintah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang massa yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Melawan Kekerasan Seksual memegang spanduk dukungan untuk Yuyun di bawah jembatan Fly Over, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Mei 2016. Yuyun ditemukan tewas setelah menjadi korban pemerkosaan 14 orang pria. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang massa yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Melawan Kekerasan Seksual memegang spanduk dukungan untuk Yuyun di bawah jembatan Fly Over, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Mei 2016. Yuyun ditemukan tewas setelah menjadi korban pemerkosaan 14 orang pria. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bengkulu - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menemui pelaku kejahatan seksual dan pembunuh Yuyun, siswi sekolah menengah pertama di Padang Ulak Tanding, di Markas Kepolisian Resor Rejang Lebong pada Jumat, 6 Mei 2016.

    Setelah itu, Menteri Khofifah dijadwalkan menemui orang tua gadis 14 tahun yang ditemukan tewas pada 4 April 2016 tersebut.

    "Selain untuk menyampaikan rasa dukacita, kunjungan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah atas peristiwa ini," kata Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Jumat, 6 April 2016.

    Gubernur Ridwan berujar, kasus ini ibarat puncak gunung es dari kondisi sosial ekonomi Bengkulu yang tingkat kemiskinannya masih sangat tinggi.

    "Ini teguran bagi kita, pemerintah daerah, bahwa Bengkulu harus segera lepas dari jerat kemiskinan yang sudah berlangsung lama," ucapnya.

    Kemiskinan ini, tutur Ridwan, melahirkan beragam penyakit sosial, seperti minum-minuman keras, mabuk-mabukan, dan penggunaan narkoba.

    Untuk mengatasi itu, Gubernur Ridwan telah mengajak bupati dan wali kota untuk terus-menerus melakukan operasi gabungan memberantas narkoba serta melarang kegiatan pesta malam dan hiburan house music hingga larut malam.

    PHESI ESTER JULIKAWATI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.