Hari Pertama Libur Panjang, Jalan di Kota Bandung Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membongkar trotoar di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Oktober 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja membongkar trotoar di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Oktober 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Memasuki hari pertama liburan panjang pekan ini, Kamis, 5 Mei 2016, jalan-jalan di Kota Bandung masih terlihat normal. Antrean kendaraan di sejumlah pintu jalan tol pun belum menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

    Dari pantauan Tempo, peningkatan volume kendaraan terjadi di pintu jalan tol Cileunyi. Sejak siang antrean kendaraan di gerbang jalan tol Cileunyi yang menuju Kota Bandung cukup panjang. Kepadatan pun hinggap di jalur menuju Garut dan Tasikmalaya.

    Selain itu, situasi padat merayap terjadi di pintu jalan tol Kopo dan Buah Batu menuju masuk ke Kota Bandung.

    Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Santiadjie Kartasasmita mengatakan kondisi lalu lintas di Kota Bandung ataupun yang menuju Kota Bandung masih normal. Belum ada peningkatan volume kendaraan yang signifikan. "Termasuk jalur yang menuju Lembang masih normal," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 5 Mei 2016.

    Menurut dia, seharusnya hari ini merupakan puncak masuknya wisatawan ataupun pemudik yang memasuki Kota Bandung. "Mungkin nanti malam. Yang jelas sampai saat ini masih normal. Yang padat itu di jalan tol Cipali menuju Jateng," ujarnya.

    Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Sugihardi mengatakan, hingga pukul 14.00, kepadatan kendaraan sudah terjadi di jalan tol Cikopo-Palimanan. Antrean kendaraan di gerbang jalan tol Palimanan mencapai satu kilometer. Sedangkan di gerbang jalan tol Cikopo antrean kendaraan masih normal. "Antrean di gerbang tol Cikopo 300 meter, sedangkan di gerbang tol Palimanan mencapai satu kilometer," ujarnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.