Konferensi Perkotaan PBB di Surabaya Dijaga 3.000 Aparat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin rapat pengamanan kegiatan konferensi Perkotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Balai Kota Surabaya, Kamis, 5 Mei 2016. Rapat dihadiri seluruh pejabat Pemerintah Kota Surabaya, Tentara Nasional Indonesia, kepolisian, dan Imigrasi. Rapat antara lain membahas soal pengerahan 3.000 personel keamanan saat pelaksanaan konferensi pada 25-27 Juli 2016.

    Risma meminta pihak keamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para tamu yang hadir di acara bertajuk Prepcom 3 for UN Habitat III tersebut. Sebab, tamu-tamu yang datang dipastikan dari sebagian besar negara di belahan dunia. “Beda dengan konferensi Asia-Afrika yang hanya dihadiri negara-negara di Benua Asia dan Afrika,” kata Risma.

    Menurut Risma, fokus pengamanan bukan hanya pada lokasi acara di gedung Grand City, tapi juga di tempat-tempat yang menjadi lokasi kunjungan lapangan para peserta. Pemerintah Kota Surabaya memang menyediakan paket-paket kunjungan lapangan. Tujuannya, supaya para tamu itu bisa menikmati keindahan Kota Surabaya.

    Bahkan, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga meminta para camat se-Kota Surabaya untuk fokus ke wilayahnya masing-masing. Terutama Risma meminta supaya kebersihan dan kerapian selalu dijaga. “Tempat pembuangan sampah harus bersih, pedagang kaki lima harus tertib,” tuturnya.

    Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar Eryek Kusumayadi menuturkan pengamanan konferensi disiagakan sejak hari ini. Puncaknya saat kegiatan, 3.000 personel diturunkan. “Ribuan personel itu untuk pengamanan rute lalu lintas, stand by di lokasi dan pengamanan tertutup yang melekat pada tiap delegasi,” katanya.

    Eryek berujar fokus pengamanan berada di lokasi acara, lokasi kunjungan lapangan, serta beberapa tempat penginapan para peserta. “Kami sudah ada standar operasional dalam kegiatan ini, sehingga kami bisa antisipasi segala sesuatu di awal acara,” ujarnya.

    Polisi juga menginventarisasi kebutuhan yang menunjang kegiatan pengamanan itu. Salah satunya adalah jumlah kendaraan, pendeteksi logam, dan handie-talkie. Bahkan, Pemerintah Kota Surabaya berencana akan menggelar rapat rutin setiap pekan untuk membahas pengamanan acara tersebut.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.