Jawa Barat Kebut Empat Proyek Jalan Tol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berlarian di kawasan proyek jalan R3 tembusan arah tol Bocimi di Bogor, 19 April 2016. Realisasi percepatan tol Ciawi-Sukabumi sangat penting untuk pembangunan, khususnya daerah Jawa Barat. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Anak-anak berlarian di kawasan proyek jalan R3 tembusan arah tol Bocimi di Bogor, 19 April 2016. Realisasi percepatan tol Ciawi-Sukabumi sangat penting untuk pembangunan, khususnya daerah Jawa Barat. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Jawa Barat sedang mengebut proyek pembangunan empat jalan tol di wilayahnya. Namun keempat proyek tersebut, tak seluruhnya bisa diselesaikan tahun ini.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, penambahan infrastruktur jalan tol paling cepat pada 2017. Itu pun hanya sebagian ruas jalan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) serta jalan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi).

    Jalan tol Cisumdawu misalnya kemungkinan ruas penghubung antara Cileunyi sampai Tanjungsari sudah bisa digunakan tahun depan. Menurut Aher, jalan tol Cisumdawu yang dibagi dalam enam paket pengerjaan itu, baru Seksi 1 dan 2 yang udah ditenderkan.

    Sesi jalan itu itu selebihnya masih mengejar pembebasan lahan agar bisa dilelangkan tender konstruksinya. Sementara jalan tol Bocimi pembebasan lahan Seksi 1 sudah menembus 94,5 persen dan ditargetkan pada Juli 2017 sudah selesai pengerjaan untuk ruas Ciawi-Cigombong.

    Aher mengklaim, jalan tol yang paling dekat bakal rampung adalah jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang dikebut untuk memudahkan akses ke Stadion Jalak Harupat yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan PON XIX tahun ini. “Agustus ini selesai,” kata dia.

    Jalan tol Soroja itu menyisakan sisa lahan 4 persen belum dibebaskan karena terkendala anggaran pembebasan lahannya. “Kekurangan dana Rp 57 miliar untuk pembebasan lahan sudah ada mekanisme penyelsaiannya. Sudah tidak ada masalah lagi,” kata Aher. Pembebasan sisa lahan jalan tol itu diputuskan dipinjamkan oleh pengembangnya.

    Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Guntoro mengatakan, jalan tol Cisumdawu yang sudah rampung lelang investasinya untuk Seksi 2 sepanjang 17 kilometer yang dibagi dalam dua fase. Seksi 2 Fase 1 sepanjang 6,35 kilometer dengan biaya Rp 1,1 triliun misalnya sudah rampung 72 persen pengerjaan fisiknya dan dijadwalkan Februari tahun depan selesai.

    Sementara jalan tol Cisumdawu Seksi 2 Fase 2 baru saja menuntaskan lelang konstruksinya senilai Rp 3,49 triliun pada September tahun lalu. Jalan tol fase ini dibiayai lewat pinjaman dari Cina. “Sekarang sedang menunggu loan agreement, mudah-mudahan secepatnya,” kata dia. Dalam Fase 2 ini termasuk pengerjaan terowongan sepanjang 472 meter yang akhirnya diputuskan sebagiannya dimodifikasi, bukan terowongan penuh.

    Guntoro mengatakan, Seksi 1 jalan tol Cisumdawu dari Cileunyi sampai Tanjungsari sepanjang 12 kilometer baru menyelesaikan 31 persen pembebasan lahannya. “Sekarang dalam persiapan disain teknisnya, rencana lelangnya awal 2017,” kata dia. Sementara lelang seksi selebihnya yakni 3, 4, 5, dan 6 masih menunggu perkembangan pembebasan lahan.

    Guntoro mengatakan, jelang angkutan mudik Lebaran tahun ini misalnya ada sejumlah pengerjaan pembetonan jalan dan perbaikan jembatan yang terpaksa ditunda pengerjaannya selepas Lebaran agar tidak menggaung pemudik. Diantaranya pengerjaan pembetonan jalan di sejumalh lokasi di jalur Pantura serta jembatan di jalur tengah.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.