Pembunuh Mahasiswi UGM Petugas Kebersihan Kampus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Feby Kurnia Nurasyiah, Nur Cahyaningsih, saat menunggui proses otopsi jenazah Feby Kurnia yang ditemukan tewas di toilet Fakultas MIPA UGM. TEMPO/Hand Wahyu

    Ibunda Feby Kurnia Nurasyiah, Nur Cahyaningsih, saat menunggui proses otopsi jenazah Feby Kurnia yang ditemukan tewas di toilet Fakultas MIPA UGM. TEMPO/Hand Wahyu

    TEMPO.COYogyakarta - Pembunuh Feby Kurnia Nuraisah Siregar, 19 tahun, mahasiswi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ternyata adalah petugas kebersihan kampus. Tersangka adalah Eko Agus Nugroho, 26 tahun, warga Pleret, Bantul. 

    Kepolisian Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menangkap pelaku pembunuhan terhadap Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam. “Dari pemeriksaan awal, tersangka mengaku membunuh karena kepepet persoalan ekonomi," kata Wakil Kepala Polda DIY Komisaris Besar Abdul Hasyim Gani, Rabu, 4 Mei 2016.

    Pelaku kemudian mengambil dua telepon seluler, power bank, dan sepeda motor korban. Dua ponsel itu kemudian dijual ke sebuah toko dengan harga Rp 650 ribu.

    Eko adalah tenaga outsourcing di kampus UGM. Setelah kejadian ini, pihak fakultas akan mengevaluasi perekrutan tenaga outsourcing. "Dia tenaga dari luar yang disewa untuk tenaga kebersihan," kata Pekik Nurwantoro, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM, Rabu ini.

    Pekik mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak penyedia jasa kebersihan tersebut selama satu tahun. Tersangka, yang ditugasi di Fakultas MIPA, ternyata telah selesai masa kontrak dengan perusahaan penyedia pada Sabtu, 30 April 2016. Saat tersangka membunuh Feby, statusnya masih pegawai outsourcing.

    Nantinya, kata Pekik, pihak kampus akan mengkaji ulang kontrak dengan salah satu perusahaan jasa tukang bersih-bersih itu. Sebab, pengawasan terhadap pegawai dari luar langsung ditangani perusahaan outsourcing itu.

    Pekik mengakui dua kamera pengintai di lantai lima gedung S2 dan S3 tidak berfungsi. Namun belum diketahui penyebab kerusakan pada CCTV itu. Apalagi keberadaan kamera CCTV itu sudah terpasang sejak gedung tersebut diresmikan pada 2012.

    Di gedung itu terdapat 11 kamera pengintai untuk pengawasan. "Kami akan evaluasi semuanya. Termasuk pengamanan di kampus," ucapnya.

    Di kampus UGM, sudah banyak dipasang kamera tersembunyi. Sebab, selama ini pengamanan di lingkungan kampus belum terpantau seluruhnya. Maka wajar di setiap pintu masuk kampus dipasangi portal, sehingga bisa menambah sisi pengamanan di kampus biru tersebut.

    Iva Aryani, juru bicara UGM, mengapresiasi kinerja polisi yang tidak lebih dari 24 jam dari penemuan mayat Feby sudah bisa menangkap pelaku. "Kami sedang berduka. Kami sangat mengapresiasi polisi yang bekerja dengan cepat bisa menangkap pelaku," katanya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.