Panitia Munas Partai Golkar Sudah Kantongi Rp 2 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin berpidato dalam acara Konsolidasi dengan sejumlah pengurus DPD Provinsi, Kabupaten/Kota usai mengelar acara silahtuhrahmi dan Konsolidasi di Kupang, NTT, 27 Februari 2016. Mahyudin merupakan salah calon yang akan bertarung dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Musyarawah Nasional pada April mendatang. ANTARA  FOTO/Kornelis Kaha

    Calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin berpidato dalam acara Konsolidasi dengan sejumlah pengurus DPD Provinsi, Kabupaten/Kota usai mengelar acara silahtuhrahmi dan Konsolidasi di Kupang, NTT, 27 Februari 2016. Mahyudin merupakan salah calon yang akan bertarung dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Musyarawah Nasional pada April mendatang. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.COJakarta - Ketua Komite Pemilihan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golongan Karya Rambe Kamarul Zaman mengatakan sudah ada dua orang bakal calon ketua umum yang mendaftar dan melunasi iuran wajib Rp 1 miliar. Mereka adalah Aziz Syamsuddin yang mendaftar kemarin dan Mahyudin yang baru saja datang ke DPP Partai Golkar. 

    Rambe menuturkan pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening panitia yang diamanatkan partai. "Panitia pengarah acara (SC) membuka rekening resmi. Para calon cukup sertakan bukti transfer," ujarnya di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2016. 

    Mahyudin, yang datang mendaftar sekitar pukul 09.30, merasa tidak keberatan dengan kewajiban membayar Rp 1 miliar tersebut. "Saya ikhlas dunia-akhirat demi partai," kata Wakil Ketua MPR itu. 

    Dalam rapat pleno pengurus DPP pada Kamis pekan lalu disepakati bahwa para bakal calon ketua umum wajib membayar Rp 1 miliar. Uang itu untuk mendanai penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa dan menghindari politik uang. 

    Total sudah terdapat sepuluh kandidat bakal calon yang terjaring. Adapun sepuluh kandidat bakal calon itu adalah Ade Komarudin, Azis Syamsuddin, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Indra Bambang Utoyo, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Syahrul Yasin Limpo, Wati Amir, dan Airlangga Hartanto.

    Namun, di antara bakal calon ketua umum tersebut, masih ada yang keberatan dengan iuran wajib. Indra Bambang Utoyo menolak iuran tersebut lantaran, menurut dia, tidak ada dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. "Bila karena hal ini kami enggak diloloskan, ya, terserah," tuturnya lewat pesan pendek kepada Tempo, kemarin. 

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.