Jokowi Akan Saksikan Transaksi Pembelian Sukhoi di Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU kembali mendarat usai sesi latihan untuk persiapan atraksi HUT ke-70 TNI AU, di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Bulan Dirgantara Indonesia ini digelar dalam upaya pembinaan dan pengembangan potensi kedirgantaraan. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU kembali mendarat usai sesi latihan untuk persiapan atraksi HUT ke-70 TNI AU, di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Bulan Dirgantara Indonesia ini digelar dalam upaya pembinaan dan pengembangan potensi kedirgantaraan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Presiden Joko Widodo akan menyaksikan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 di Rusia. Untuk tahap pertama, Indonesia akan membeli delapan pesawat Sukhoi. "Sedikit-sedikit dulu," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Mei 2016.

    Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri pertemuan ASEAN-Russian Summit 2016 pada pertengahan Mei 2016. Selain mengunjungi Rusia, Presiden direncanakan berkunjung ke Korea Selatan. Pada akhir Mei, Jepang akan menjadi lawatan berikutnya.

    Selain dengan Rusia, ke depan Indonesia akan meningkatkan kerja sama di sektor pertahanan dengan Korea Selatan. Kedua negara sebelumnya sudah bersepakat mengembangkan kerja sama pesawat tempur dengan nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Korea Aerospace Industries (KAI) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ditunjuk sebagai perwakilan dari masing-masing negara.

    Ryamizard mengatakan kerja sama dengan Korea Selatan merupakan langkah awal agar Indonesia tidak tergantung dalam hal pembelian pesawat tempur. "Kita harus bisa buat pesawat lah, masa beli terus," katanya. Ia menilai proses produksi baru bisa berjalan empat sampai lima tahun ke depan.

    Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 untuk menggantikan pesawat F-5. Pemerintah disebut-sebut hanya membeli maksimal 10 pesawat Sukhoi saja. Dibatasinya pembelian itu lantaran perkembangan teknologi pertahanan cepat berubah.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.