Caturwulan I, Komisi Yudisial Terima 1060 Laporan Etik Hakim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Yudisial, Farid Wajdi (kiri) menandatangani berita acara pada pengambilan sumpah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 18 Desember 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Anggota Komisi Yudisial, Farid Wajdi (kiri) menandatangani berita acara pada pengambilan sumpah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 18 Desember 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Yudisial memaparkan laporan kinerja Catur Wulan I tahun ini terutama soal penanganan laporan masyarakat. Menurut juru bicara Komisi Yudisial Farid Wajdi, dalam periode Januari hingga April, lembaganya telah menerima 1.060 laporan dugaan pelanggaran kode etik yang terdiri dari 488 laporan masyarakat dan 572 surat tembusan.

    “Angka ini lebih rendah dari pada periode yang sama tahun lalu yaitu 574 laporan masyarakat dan 699 surat tembusan,” kata Farid di Kantornya, Selasa, 4 Mei 2016. “Artinya, pemahaman masyarakat soal kode etik dan perilaku hakim semakin baik dan berkualitas. Sehingga mengetahui mana yang pelanggaran dan bukan.”

    Dari total 488 laporan masyarakat, menurut dia, sebagian besar menyasar hakim di Pidana dan Perdata.  Komisi Yudisial mencatat ada 245 laporan masyarakat terhadap hakim perdata, sedangkan hakim pidana sebanyak 125 laporan. Sedangkan soal lokasi aduan, Farid mengatakan, tiga provinsi menduduki peringkat atas, yaitu Pengadilan Negeri di Jakarta sebanyak 91 laporan, Sumatera Utara 54 laporan dan Jawa Timur 48 laporan.  

    Setelah proses verifikasi, Komisi Yudisial hanya menerima 232 laporan atau sekitar 48 persen yang memenuhi syarat adanya dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim. Sisanya, sebanyak 36 laporan diteruskan ke instansi lain karena bukan bagian dari wewenang komisi yudisial. Sebanyak 63 laporan dilanjutkan ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung, 93 laporan ditanggapi dengan pemantauan sidang, dan sembilan laporan masuk arsip karena alamat pelapor tak jelas.

    “55 laporan masih diverifikasi,” kata dia.

    Dari jumlah 232 laporan yang diterima, Komisi Yudisial baru meregistrasi 174 laporan yang 99 laporan di antaranya telah mencapai sidang panel. Berdasarkan hasil sidang panel, Komisi Yudisial menetapkan 36 laporan dilanjutkan pada tahap pemeriksaan pelapor, saksi, dan terlapor. Sedangkan 63 laporan lainnya dinilai tak dapat dilanjutkan.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.