Sebelum Beraksi, Pemerkosa Yuyun Diduga Habiskan 4 Liter Tuak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    TEMPO.COBengkulu -  Kepala Polsek Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Inspektur Satu Eka Candra mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan kasus  pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, 14 tahun, belum ditemukan unsur direncanakan oleh pelaku.

    Berdasarkan pengakuan satu dari 14 pelaku, kejadian tersebut berlangsung spontan. Mereka tidak merencanakannya. “Kejadian ini dicetuskan De, yang pertama kali mendekati korban. Bisa dibilang dia otaknya karena yang pertama kali mencetuskan perbuatan itu,” ucap Eka, Selasa, 3 Mei 2016.

    Peristiwa memilukan tersebut berlangsung pada Sabtu, 2 April 2016, sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, Yuyun pulang sekolah sendirian. Jarak antara rumah siswa SMP ini dan sekolah tergolong jauh. Rumah korban berada di ujung desa yang berdekatan dengan perkebunan karet.

    “Sepulang dari sekolah, Yuyun selalu melintas di jalan tersebut, tapi sering bersama teman-temannya. Pada hari itu, dia sendirian dan berjalan kaki,” ujarnya.

    Entah pikiran jahat dari mana yang  membuat gerombolan remaja berusia 17-21 tahun ini memperkosa dan menghabisi nyawa Yuyun. Salah satu penyebabnya, kata Eka, ada kemungkinan mereka menghabiskan 4 liter tuak di rumah salah satu pelaku. 

    Tuak sebanyak itu, menurut Eka, cukup untuk membuat seseorang mabuk, apalagi dikonsumsi mereka yang tidak biasa minum. “Bisa saja mereka mabuk karena dilihat dari jumlah tuak yang mereka konsumsi untuk ukuran orang belum terbiasa minum.”

    Dari belasan tersangka, polisi masih mengejar dua pelaku pemerkosa dan pembunuh murid SMP itu. “Pencarian masih terus dilakukan, secepatnya bisa kami ringkus,” tuturnya.

    Eka menambahkan, para pelaku dan korban saling mengenal. Mereka tinggal di desa yang sama dan hanya berbeda dusun. Hal ini pulalah yang menjadi alasan para pelaku menghabisi nyawa Yuyun. “Salah satu tersangka berinisial De adalah teman dekat Yuyun.”

    Para tersangka ini pun terlibat aktif dari pencarian hingga pemakaman mayat Yuyun setelah ditemukan masyarakat. Salah satunya, ucap Eka, untuk mengelabui polisi agar tidak curiga. “Saat kami melakukan penyelidikan, hampir semua tersangka berada di sekitar lokasi,” katanya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.