Kampanye Calon Ketua Umum Golkar Diperketat Jadi Tiga Zona  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembilan kandidat Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar berfoto bersama dalam acara sosialisasi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, 2 Mei 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Sembilan kandidat Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar berfoto bersama dalam acara sosialisasi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, 2 Mei 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.COJakarta - Banyaknya politikus yang ikut berlaga dalam bursa pemilihan Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa di Bali, 15 Mei 2016, membuat panitia akhirnya memperkecil zona kampanye. 

    Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan zona kampanye dari 5 kawasan dipersempit menjadi 3 zona saja. "Meski zona diperkecil, seluruh voters akan tetap datang," katanya, Selasa, 3 Mei 2016, di Slipi, Jakarta Barat. 

    Menurut Nurdin, selain banyaknya calon, perubahan zona kampanye terjadi karena keterbatasan waktu. Ini sesuai dengan jadwal Munas Luar Biasa yang dimajukan, dari 23 Mei menjadi 15 Mei 2016. Perubahan itu merujuk pada jadwal Presiden Joko Widodo, yang bersedia datang pada tanggal tersebut. Sebelumnya, Munas akan digelar pada 23 Mei, tapi dimajukan. 

    Panitia, kata Nurdin, menjadwalkan kampanye mulai 9 Mei mendatang. Zona pertama pada 8-9 Mei 2016 adalah Sumatera yang akan dimulai di Medan, diikuti seluruh pengurus DPD wilayah Sumatera.

    Nurdin mengatakan tiga zona tersebut adalah Sumatera, yang akan dihelat di Medan; Jawa, yang akan dihelat di Surabaya; dan di wilayah timur, yang akan diselenggarakan di Bali. "Zona II, tanggal 10-11 di Hotel Pulman Surabaya serta diikuti seluruh DPD Pulau Jawa dan Kalimantan," kata Nurdin. Adapun zona III ditempatkan di Bali dan diikuti pengurus DPD wilayah Bali, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. "Akan ada debat televisi untuk itu,” katanya. 

    Nurdin menegaskan, tidak ada faktor politis atas dimajukannya tanggal Munaslub. Hal itu semata-mata disebabkan adanya persoalan teknis. "Kami ingin Bapak Presiden hadir dalam pembukaan, maka kami akan menyesuaikan dengan jadwalnya," tuturnya.

    CHITRA PARAMAESTI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.